Generasi Milenial Ujung Tombak Demokrasi Digital

pixabay by yohoprashant

GENERASI milenial sesungguhnya berperan sangat strategis dalam pembangunan demokrasi modern di Indonesia saat ini. Perkembangan teknologi memungkinkan generasi milenial memerankan fungsi sebagai pilar kebangsaan, terutama dengan cara aktif dan kreatif memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi komunikasi dan informasi dalam dunia politik.

I Made Arya Budhi Saputra, S.Kom, M.Cs Dosen ITB STIKOM Bali dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar Bali, Rabu, 24 November 2021 mengatakan bahwa generasi milenial bisa berperan memajukan demokrasi modern di Indonesia dengan gagasan-gagasan baru, nilai-nilai baru, berbasis kreativitas dan imajinasi.

“Di era revolusi industri 4.0, generasi milenial menjadi ujung tombak demokrasi digital. Pasalnya, generasi milenial yang akan menjadi pemimpin nantinya wajib berpikir kritis kreatif dan inovatif,” kata Made Arya.

Inovatif menciptakan sesuatu yang baru harus juga dibarengi juga dengan sikap jujur mandiri tanggung jawab dan taat aturan. “Jiwa kreatif membuat generasi ini bisa lebih mandiri dan mampu bekerja keras,” katanya lagi.

Selain itu, generasi milenial juga harus memiliki tanggung jawab, semisal bertanggung jawab dengan apa yang kita posting. Jika mendapat kritikan yang bisa mensuport harus diterima dan jika tak setuju juga tidak masalah namun sampaikan dengan baik dan jujur memang apa yang terjadi di sana.

“Jangan menyampaikan rasa tidak setuju dengan berbuat tidak jujur semisal menampilkan video yang dipotong-potong untuk mendukung pendapat pribadi. Sebab kita harus selalu taat aturan dan pasal-pasal dan dilaksanakanlah sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Untuk mengurangi hal-hal buruk dalam berdemokrasi, banyak yang bisa dilakukan oleh masyarakat dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Para milenial ini adalah generasi yang sangat mahir dalam menjalankan teknologi.

Hate Speech Bisa Terjadi Karena Kurang Kontrol Keluarga

Dengan kemampuan yang dimiliki di dunia teknologi dan sarana prasarana yang ada, generasi milenial ini memiliki peluang yang sangat banyak atau potensi agar mampu berada didepan dari generasi yang sebelumnya. Dengan adanya teknologi mereka mampu untuk melakukan pengawasan (controlling) terhadap jalannya pelaksanaan demokrasi.

Media sosial bisa menjadi alat untuk menyuarakan sekaligus pengawasan demokrasi di zaman sekarang ini. Namun demikian, diperlukan kesadaran dan kepedulian dari generasi milenial terhadap demokrasi Indonesia.

“Ada beberapa jenis demokrasi di Indonesia, diantaranya adalah Demokrasi Pancasila yang merupakan demokrasi yang digali dan bersumber dari unsur-unsur Pancasila yang meliputi nilai dari Pancasila sendiri, Ketuhanan Kemanusiaan Keadilan,” ujar Arya dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.

Lebih lanjut dikatakan oleh Arya, ada juga demokrasi perwakilan yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Indonesia yang sangat besar dan geografis dan demografis nya karena keterbatasan tersebut kita menggunakan program perwakilan daerah daerah masing-masing.

Bagi jalannya demokrasi, generasi milenial akan menjadi salah satu penopang yang sepertinya akan menjadi pahlawan baru di setiap negara untuk memperjuangkan kehidupan atau keadilan dan kesetaraan yang lebih baik di dalam kehidupan masyarakat.

Selain Arya juga hadir pembicara lainnya yaitu Alaika Abdullah Virtual Assistant & Digital Content Creator, Chyntia Andarinie, Founder Mom Influense.ID dan Vizza Dara sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.