Adaptasi Dunia Pendidikan Terjadi karena Dorongan Adaptasi Era Digitalisasi

Ilustrasi : pixabay - IST

Saat ini kita berada di era digital, di mana semua orang, bidang, dan aktifitas menggunakan media digital termasuk dunia pendidikan. Sehingga menjadi tantangan bagi para orang tua untuk menjadikan

“Ini bukan hal mudah, karena pendidikan merupakan sesuatu yang bersifat tatap muka karena mengedukasi mentransfer nilai positif lewat digital tentu berbeda capaiannya,” ujar Nurhamida Syaini, seorang Pendidik dan Pengelola KBTK Hamzah saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, (28/6/2021).

Lebih lanjut Nurhamida mengungkapkan, literasi digital sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital secara bertanggung jawab, akan berbeda pendekatan di tiap usia anak.

Dampak literasi digital sendiri membentuk masyarakat digital yaitu kelompok yang anggotanya tersebar di seluruh pelosok dunia, namun saling terhubung dan informasi terkirim tanpa kendala ruang dan waktu. Dampak positifnya penyebaran informasi menjadi cepat, namun masifnya informasi membutuhkan penyaringan dari tiap individu.

“Perlu penekanan dalam etika berkomunikasi lebih dari sebelumnya untuk menghindari kesalahpahaman akan substansi informasi yang dikirim,” kata Nurhamida.

Pada akhirnya karena kondisi pandemi, kebijakan menghentikan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh mendorong dunia pendidikan di Indonesia ke era baru. Guru, orang tua, dan peserta didik dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan cepat.

“Sementara penyesuaian adaptasi yang cepat pada Gen Y dan Gen Z tidak selalu dibarengi kemampuan adaptasi yang sama oleh Gen X yaitu angkatan para orang tua dan pendidik senior,” katanya.

Gagap teknologi ini menimbulkan kesenjangan dalam memahami perubahan budaya yang sangat cepat. Peserta didik mulai dari anak usia dini, usia sekolah, hingga perguruan tinggi didorong menggunakan teknologi informasi komputer (TIK) sebagai media utama dalam mengakses pelajaran.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Barat I Kabupaten Bogor merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja Founder The Enterpreneur Society, Hellen Citra Dewi Psikolog dan Senior Trainer SEJIWA, dan Eko Prasetya Wakil Ketua Relawan TIK Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.