Hati-hati Kebanyakan Menggunakan Media Sosial Bisa Bikin F.O.M.O

LOMBOK TIMUR – Di era digitalisasi ini, tanpa disadari kehidupan sudah melekat dengan penggunaan internet dan media sosial. Sebanyak 202 atau 74,4 persen juta orang Indonesia merupakan pengguna internet (2021). Dengan rata-rata pengguna menghabiskan waktu 8 jam dalam sehari.

Dengan jenis media sosial yang bervariasi, seperti Whatsapp, Youtube, Instagram, Line, Twitter, Tiktok, dan Facebook.

“Hari ini dalam waktu yang sangat cepat, pesan kita bisa sampai ke banyak orang. Itupun penerima pesan dapat berinteraksi satu dengan lainnya,” ujar H. Sahlan, dalam Webinar di wilayah Kabupaten Lombok Timur, NTB, Jumat (25/6/2021).

Menurut Sahlan, dampak positif dari media sosial sangat luar biasa. Kemudahan berbagi jika digunakan dengan baik dan bijak dapat menghasilkan sebuah karya atau kreativitas yang bermanfaat. Bijak dalam bersosial media menjadi salah satu pilar utama dalam program Literasi Digital, yakni Digital Ethics.

Di samping itu, terdapat dampak negatif, yakni Fear of Missing Out (FOMO), di mana seseorang merasa takut tertinggal akan suatu informasi atau tren. FOMO dapat menyebabkan adiksi apabila seseorang tidak bisa mengontrol rasa tidak ingin ketertinggalan tersebut.

Bersikap bijak dalam menggunakan sosial media menjadi keuntungan. Pasalnya, jejak digital sulit untuk dihapus dan bisa berdampak pada masa depan. Layaknya sekarang, jejak digital digunakan perusahaan untuk mempertimbangkan pelamar kerja.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Lombok Timur, NTB, Jumat (25/6/2021) menghadirkan pembicara Grace M. Moulina (Head of Marketing Communication Financial Company), Mora Nasution (Head of Learning & Talent Development Tech-Based Bank), Lalu Nurul Yaqin (Direktur LPPM Universitas Gunung Rinjani), dan Fitriyani.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten untuk Indonesia #MakinCakapDigital.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.