DENPASAR, kanalbali.id – Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali hadir sebagai perayaan seni dan budaya terbesar di Pulau Dewata, menandai usianya yang ke-47 sejak pertama kali digelar pada 1979.
Sebagai festival kesenian dengan durasi dan konsistensi terpanjang di Indonesia, PKB terus menjadi panggung megah yang mempertemukan kreativitas, warisan budaya, dan semangat inovasi masyarakat Bali.
Festival ini tidak hanya sekadar perhelatan seni, tetapi juga cerminan jiwa Bali yang dinamis, harmonis, dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Jerat Hukum Bagi Penyebar Hoaks
Awal Mula dan Semangat Pendiri
PKB lahir dari visi besar Ida Bagus Mantra, Gubernur Bali pada masa itu, yang ingin menciptakan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan karya seni, aspirasi, dan apresiasi terhadap budaya Bali. Digelar pertama kali pada 1979, PKB terinspirasi dari semangat pesta rakyat yang merangkul keberagaman seni dan budaya lokal. Sejak saat itu, festival ini selalu dibuka oleh tokoh-tokoh penting negara, mulai dari menteri, wakil presiden, hingga presiden, kecuali pada perhelatan perdana yang diresmikan langsung oleh Ida Bagus Mantra sendiri.
Makna Filosofis PKB
Lebih dari sekadar ajang seni, PKB menjadi sarana untuk menggali dan melestarikan kekayaan budaya Bali. Festival ini mendorong masyarakat untuk terus mengeksplorasi nilai-nilai luhur, filosofi, dan warisan budaya, baik dalam bentuk seni pertunjukan, ilmu pengetahuan, maupun karya tangible yang mencerminkan peradaban Bali. Melalui kreasi dan inovasi, PKB memastikan seni Bali tetap hidup, relevan, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akarnya.
PKB juga memiliki misi mulia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Dengan menghidupkan seni dan budaya, festival ini tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pariwisata budaya dan kreativitas seni.
Tujuan Mulia di Balik PKB
Pesta Kesenian Bali menjadi wadah bagi masyarakat Bali untuk menuangkan kreativitas melalui berbagai bentuk seni, seperti musik tradisional, tarian khas, dan karya seni lainnya. PKB mendorong lahirnya karya-karya baru yang mampu bertahan di tengah arus modernisasi, sekaligus mempertahankan esensi budaya Bali yang timeless. Dengan semangat ini, PKB tidak hanya merayakan warisan masa lalu, tetapi juga merangkul masa depan melalui inovasi seni yang berkelanjutan.
Tema PKB 2025: Harmoni Semesta
Mengusung tema “Jagat Kerthi: Loka Hita Samadaya, Harmoni Semesta Raya”, PKB 2025 mengajak semua pihak untuk merayakan harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Tema ini mencerminkan semangat Bali dalam menjaga keseimbangan dan keberlanjutan budaya di tengah dinamika global.
Waktu dan Lokasi PKB 2025
Pesta Kesenian Bali ke-47 akan resmi dibuka pada 21 Juni 2025, diawali dengan Peed Aya (Pawai) yang meriah pada pukul 14.00 WITA di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar. Acara akan dilanjutkan dengan Rekasadana (Pergelaran) Perdana Sendratari pada pukul 19.00 WITA di Panggung Terbuka Ardha Candra.
Festival ini akan berlangsung di empat lokasi utama, yaitu:
-
Taman Budaya (Art Center) Provinsi Bali
-
Monumen Perjuangan Rakyat Bali
-
Institut Seni Indonesia Denpasar
-
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Untuk informasi lengkap mengenai jadwal acara, kunjungi situs resmi di pestakesenianbali.id. ***


