BADUNG, kanalbali.id – Pemanfaatan teknologi untuk operasi sendi lutut di layanan kesehatan di Pulau Bali memasuki babak baru, dengan hadirnya teknologi robotik untuk operasi penggantian sendi lutut atau total knee replacement (TKR).
Teknologi berbasis navigasi tiga dimensi (3D) ini, menjadi yang pertama diterapkan di Pulau Bali dan diharapkan meningkatkan akurasi tindakan ortopedi sekaligus mempercepat pemulihan pasien.
Teknologi robotik tersebut bernama CORI Robotic Surgical System. Teknologi tersebut diluncurkan oleh Rumah Sakit Siloam Bali bersama Tawada Healthcare di Trans Resort, di Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (28/6) malam.
Dokter Ortopedi Siloam Bali, Erwin Saspraditya menerangkan, terkait pengalamannya saat menggunakan teknologi robotik itu dan menilai saat tindakan operasi lebih presisi dibandingkan operasi konvensional.
“Operasi lutut dengan teknologi robotik ini merupakan langkah besar dalam pelayanan ortopedi modern. Dengan teknologi CORI, proses operasi pengganti sendi lutut menjadi lebih presisi,” kata Erwin di sela acara peluncuran.
Supermarket Scan and Go Hadir di Tangerang
“Sehingga memungkinkan bagi dokter sedikit sekali memotong otot sehingga pendarahan lebih minimal dan dokter bisa mendapatkan nilai-nilai objektif tentang tension dari ligamen-ligamen pasien,” lanjutnya
Selain itu, teknologi robotik tidak menggantikan peran dokter tetapi menjadi perangkat pendukung untuk meningkatkan presisi operasi. Melalui sistem tersebut, dokter dapat menentukan ukuran implan, sudut pemotongan tulang, hingga keseimbangan ligamen secara lebih akurat dibanding teknik konvensional.
Ia juga menyebutkan, untuk proses recovery pasien dapat lebih cepat 12 jam pasca operasi. Ia mencontohkan ketika selesai mengoperasi pasien pukul 8 malam, besok paginya pasien sudah bisa berjalan perlahan.
Selain itu, dirinya telah melakukan operasi di Rumah Sakit Siloam Bali dan saat ini sudah berjalan dengan tujuan orang pasien.
“Recoverya ini dari pengalaman saya, pasien yang (melakukan operasi) konvensional tiga hari baru bisa jalan. Tapi kalau dengan robot 12 jam sudah bisa jalan,” ujarnya.
Sementara, Sales Director Advance Treatment Tawada Healthcare, Rosmiaty Tio, menerangkan, teknologi robotik ini bekerja dengan pemetaan tulang melalui 3D. Di mana hasil pemetaan itu menjadi acuan dokter untuk melakukan planning ukuran dan penempatan implan.
“Alat ini bisa mengatasi semua pasien dengan diagnosa penggantian sendi lutut sebagian dan total bisa ditangani dengan alat ini,” ujar Rosmiaty.
Ia menginginkan, dengan hadirnya alat ini dapat membantu masyarakat yang mengalami keluhan nyeri pada lutut. Menurutnya, selama ini masyarakat belum mengetahui cara penanganan pada nyeri lutut.
Kemudian, bagi pasien yang akan dilakukan tindakan menggunakan alat ini tidak perlu melakukan CT scan, karena alat ini sudah membaca secara 3D pada tulang.
“Teknologi CORI Robotic Surgical System dari Tawada Healthcare pertama di Bali ada di Siloam Bali. Sebelumnya kami juga sudah menyediakan alat serupa di rumah sakit di beberapa kota lain seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, serta Pekanbaru,” ujar Rosmiaty. (kanalbali/KAD)


