DENPASAR, kanalbali.id – Pekan Iklim Bali 2026, kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Koalisi Bali Emisi Nol Bersih berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, menghadirkan kegiatan Jelajah Inovasi pada 15-16 Oktober 2026.
Kegiatan melibatkan 13 mitra di 9 lokasi di seluruh Bali, dari Buleleng, Gianyar, Klungkung, Denpasar, Badung, hingga Bangli.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan inovasi iklim nyata yang sudah dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat; termasuk wirausaha iklim, desa adat, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas lokal guna menyongsong Bali Emisi Nol Bersih 2045.
Perwujudan Ekonomi Sirkular melalui Optimalisasi TPS3R di Desa Sidakarya, Denpasar
Sebagai inisiator kawasan berwawasan lingkungan di Denpasar, Desa Sidakarya mendayagunakan fasilitas TPS3R untuk mengatasi kemelut permasalahan sampah di Bali. Bersama startup Sangkara yang dibina oleh New Energy Nexus, desa ini mewujudkan ekonomi sirkular dengan mengolah limbah anorganik (plastik, kertas, botol, dan minyak jelantah) menjadi potensi ekonomi yang bermanfaat.
Penataan Mobilitas lewat Kawasan Rendah Emisi, Sanur
Sebagai bentuk penataan mobilitas dan lingkungan Kawasan Sanur yang berkelanjutan dan berkeadilan, implementasi strategi Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI) oleh WRI Indonesia dilaksanakan dalam berbagai intervensi seperti penataan jalur pedestrian, layanan shuttle listrik, instalasi PLTS atap di Pasar Intaran, dan reka ruang taktis di Pantai Segara Ayu, menunjukan sinergi kolaborasi berbagai pihak dan aksi nyata dapat dimulai dalam skala kawasan.
Desa Utak-Atik
Desa Utak-Atik adalah ruang eksperimen inovasi energi bersih di mana teknologi, komunitas, dan budaya bertemu untuk mencari cara baru menghadapi tantangan yang dialami masyarakat lokal di Bali. Desa Utak-Atik memperlihatkan bagaimana solusi dan sistem regeneratif dapat tumbuh dari eksperimen, kolaborasi, dan semangat “utak-atik”—kegembiraan berani mencoba, membuat, gagal, belajar, dan mencoba lagi.
MantaOne untuk Nelayan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung
Penerapan Manta One yang diinisiasi oleh Azura Indonesia membantu nelayan beralih dari mesin berbahan bakar fosil menuju teknologi elektrik yang lebih rendah emisi dan efisien dalam operasional melaut, sekaligus mendukung penerapan energi bersih dalam aktivitas perikanan.
Langkah Menuju Desa Net Zero, Desa Sanding, Kabupaten Gianyar
Pengelolaan sampah organik berbasis maggot dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan. Didukung oleh Maybank dan Benihbaik, Inisiatif ini juga mendukung efisiensi energi serta membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sumber daya bernilai bagi masyarakat.
Satu Hari Energi Bersih, Pandu Ballroom, Mercure Sanur
Diselenggarakan oleh Pusat Keterampilan Energi Terbarukan (PKET) dan GIZ Gesit, Festival pembelajaran interaktif yang mengajak generasi muda mengenal energi bersih, teknologi energi terbarukan, dan peluang green jobs melalui sharing session, kompetisi, permainan edukatif, serta pengalaman langsung bersama praktisi dan industri.
Transformasi Material Sisa Menjadi Ornamen Hunian Artistik Gagasan Generasi Muda, Batubulan, Gianyar
Sebagai bentuk aksi nyata anak muda terhadap isu lingkungan, Pesona Plastic Recycle Studio yang dibina oleh New Energy Nexus menyulap limbah plastik menjadi produk bernilai guna. Lewat proses daur ulang, sampah diubah menjadi furnitur dan dekorasi rumah yang fungsional, bernilai estetika tinggi, serta tetap berkelanjutan.
Menumbuhkan Kopi Menjaga Harmoni, Wanagiri
Inisiatif agroforestri di Wanagiri yang diinisasi oleh Kopernik dan ReservoAir hadir sebagai upaya membangun budidaya kopi yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim. Semangat BUMDes dalam memulihkan lahan kritis dan mengembalikannya menjadi lahan produktif menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekonomi regeneratif di Bali Utara. Melalui praktik yang berkelanjutan, edukatif, dan partisipatif-menjadi contoh bahwa restorasi alam berbasis gerakan masyarakat dapat berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat penghidupan lokal.
Sumur Imbuhan (Recharge Well), Kemenuh, Gianyar
Sumur imbuhan merupakan salah satu upaya perlindungan air tanah yang dikembangkan IDEP melalui Bali Water Protection. Sumur imbuhan berfungsi untuk mengembalikan air hujan ke dalam akuifer, sehingga membantu meningkatkan infiltrasi dan mendukung pengisian kembali serta menjaga cadangan air tanah Bali. Intervensi ini menjadi bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.
PoreBlock, Awan Village, Kintamani, Bangli
Implementasi PoreBlock di Awan Village, Kintamani merupakan upaya pengelolaan air di tingkat komunitas untuk mendukung infiltrasi air hujan dan mengurangi limpasan permukaan. Sebagai paving berpori, PoreBlock membantu air hujan meresap ke dalam tanah dan mendukung pengisian ulang air di tingkat desa. Implementasi ini juga dikombinasikan dengan sumur resapan sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan air yang terintegrasi.
Canggu Circular: Dari Limbah Menjadi Peluang, Canggu, Badung

Bagaimana bisnis di Canggu dapat menjadi bagian dari ekonomi sirkular? Melalui Pekan Iklim Bali 2026, su-re.co mengajak pelaku usaha F&B, hotel, dan resor untuk menjelajahi solusi berkelanjutan, mulai dari konversi motor listrik, pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk, hingga praktik pertanian sirkular. Melalui showcase teknologi, workshop menanam, dan diskusi kolaboratif Think–Do–Be, kegiatan ini mendorong komitmen bersama untuk membangun ekosistem bisnis Canggu yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. (kanalbali/RLS)


