Bali Bakal Jadi Lokasi Pertama KKN Internasional UGM Tsinghua SEA

Foto bersama mahasiswa KKN UGM dan Tim Pembimbing dengan pengajar dan staf Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA), Selasa (6/8/2024) di Kura-kura bali, Serangan, Denpasar - IST

DENPASAR, kanalbali.id – Langkah kolaboratif untuk mewujudkan kerjasama dalam bidang pengabdian masyarakat sedang disiapkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA).

Idenya adalah menghadirkan mahasiswa dari Tsinghua University, China untuk ikut serta dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UGM di Indonesia.

“Kita harapkan tahun depan sudah bisa dimulai dan diawali di Bali,” kata Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D, Kepala Biro Manajemen Strategis UGM yang juga menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM di Bali, Selasa (6/8/2024) di sela-sela kunjungan mahasiswa kampus Tsinghua TSEA di kawasan Kura-kura Bali, Serangan, Denpasar.

Dia menjelaskan, kerjasama ini diawali dengan pertemuan antara Rektor UGM dengan Rektor  Tsinghua University dimana terjadi kesepakatan kerjasama di bidang edukasi, riset dan pengabdian masyarakat. “Bali menjadi titik penting karena disini sudah ada Tsinghua TSEA yang bekerjasama dengan United in Diversity Foundation ,” jelasnya.

Adanya kerjasama itu nantinya diharapkan akan memperluas jaringan kerjasama UGM dalam proses belajar mengajar. Sementara bagi mahasiswa akan mendapatkan manfaat langsung melalui interaksi dengan mahasiswa asing sehingga akan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkarya di level internasional.

Sementara itu, dalam kunjungan ke kampus Tsinghua dilakukan dialog untuk memberikan gambaran mengenai aktivitas mahasiswa KKN UGM yang tahun ini mengambil lokasi di Desa Kerambitan dan Baturiti di Tabanan, Bali. Selanjutnya, pihak Tsinghua memberikan masukan-masukan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa.

Adapun topik yang diangkat adalah mengenai digitalisasi UMKM serta ekowisata desa sesuai dengan pendampingan yang sedang dilakukan oleh mahasiswa. Digitalisasi diperlukan untuk memperluas pemasaran produk pertanian melalui website, aplikasi dan media sosial. Sementara ekowisata dikembangkan dengan merintis jalur trekking dengan atraksi wisata edukasi untuk pelestarian lebah hutan. (kanalbali/RFH)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.