Bali Berpotensi Jadi Pusat Alternatif Industri Kreatif Digital Dunia 

ERick Tohir saat berada di Primakara, Denpasar, Bali - IST

DENPASAR- Bali berpotensi menjadi pusat alternatif industri kreatif digital bagi pengusaha startup dunia karena berada dalam lingkungan pergaulan internasional.

“Bali memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai industri kreatif digital karena berada dalam lingkungan pergaulan internasional dengan puluhan hingga ratusan ribu digital nomad,” kata Ketua STMIK Primakara Bali Made Artana, Minggu, (19/9/2021).

Potensi tersebut juga didukung oleh tersedianya direct flight ke kota-kota besar dunia, infrastruktur yang memadai, memiliki kualitas hidup yang baik, balance life dalam nuansa alam yang indah dan biaya hidup yang relatif rendah, dan terdapat banyak talenta kreatif yang tumbuh dalam budaya kreatif.

“Saat ini saja sudah banyak industri kreatif digital di Bali seperti warga negara asing yang membuat industri game online, tapi potensi ini belum dioptimalkan sebagai industri pendamping untuk mendukung perekonomian Bali,” tambahnya.

Ia menjelaskan, spirit menjadikan Bali sebagai industri kreatif digital dunia dituangkan dalam ide Silicon Bali yang menyerupai kawasan tempat berkumpulnya perusahaan teknologi di Amerika Serikat, Silicon Valley.

Adapun ide untuk menjadikan Pulau ini sebagai Silicon Bali dituangkan dalam bentuk fisik berupa event Bali StartUp Summit yang akan terselenggara pada November mendatang.

“Diharapkan dengan event ini dapat menggaungkan Bali sebagai industri kreatif digital dunia dengan hadirnya pengusaha startup nasional maupun internasional,” jelas Made.

Menteri BUMN RI Erick Thohir menuturkan, tidak ada salahnya menjadikan Bali sebagai pusat industri kreatif digital dunia karena melihat berbagai potensi luar biasa yang dimiliki Pulau ini. Sebelumnya, BUMN juga baru melakukan terobosan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional di Bali.

“Dengan berbagai terobosan ini sangat bagus untuk perekbomian Bali,” tambahnya.

Erick Thohir menjelaskan, Indonesia sebagai urutan ke empat startup digital terbesar dunia.  Guna memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri kreatif digital tersebut, pada akhir 2021 akan ada training untuk 10.000 startup yang dilakukan sampai Maret 2022.

“Kami akan memberi dukungan besar-besaran dengan investasi dari Bank Mandiri, Telkomsel, BRI, Telkom, dan BNI yang akan di launching pada minggu kedua Desember mendatang,” jelasnya. (kanalbali/Luh Sugiari)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.