Bandara Ngurah Rai Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Rute Internasional

Petugas sedang melakukan penyemprotan disinfektan di sudut Bandara Ngura Rai. IST

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali mengaku sudah siap bila rencana pembukaan pada 1 Desember 2020 benar-benar direalisasikan. Kesiapan itu juga dalam sektor protokol kesehatan.

“Intinya kalau dari pengelola Bandara dan stakeholder Bandara dari sisi fasilitas semuanya siap, flow penumpang juga sudah disiapkan. Jika nanti penerbangan dibuka kembali untuk wisman kami sudah menyiapkan semuanya,” kata Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, saat dihubungi, Selasa (10/11/2020).

Taufan menjelaskan, informasi mengenai rencana pembukaan penerbangan Internasional pada 1 Desember 2020 mendatang sejatinya masih sangat terbatas. Sejauh yang ia tahu, pembahasan itu masih dilakukan oleh Kementerian terkait. Jadi pihaknya kini tengah menunggu soal kepastian itu.

“Kalau ditanya harapan ya tentu agar segera keluar tanggal pastinya dari pemerintah kapan, kami pasti jauh-jauh hari akan menyiapkan segala sesuatunya supaya fasilitas kami siap running,” kata dia.

Disinggung mengenai apakah ada simulasi yang dilakukan, Taufan menyampaikan sejauh ini belum ada simulasi. Pihaknya hanya fokus pada penerapan sejumlah protokol kesehatan yang sedang dipersiapkan bahkan sudah bisa dijalankan.

“Simulasi pembukaan penerbangan internasional tidak ada, Sabtu lalu memang ada kunjungan tapi bukan simulasi flow tapi itu hanya survei dari Kementerian Kesehatan untuk mengecek kesiapan khususnya kesiapan protokol kesehatan Covid-19 di terminal kedatangan internasional,” paparnya.

Menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dilakukan, Taufan memastikan standar protokol kesehatan seperti program 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak) akan diperketat jika penerbangan Internasional Internasional kembali dibuka.

Sementara, untuk penyediaan layanan tes PCR di dalam area kedatangan ataupun keberangkatan terminal internasional bukan dari pihaknya tetapi dilakukan oleh KKP Kelas I Denpasar selaku leading sector di kesehatan.

“Kalau Tes PCR informasi yang kami dapatkan itu akan dilakukan oleh KKP Kelas I Denpasar kerjasama dengan Indo Farma. Tapi mungkin tidak berada di dalam terminal tapi di luar area terminal. Rencananya ada dua titik, dan kemungkinan yang satu titik itu mobile,” tuturnya. (Kanalbali/ACH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.