Simak! Alasan Dokter Tirta Mendukung Jerinx Saat Sidang Pledoi

Dr Tirta saat hadir di sidang Jerinx di PN Denpasar, Selasa (10/11/2020) - IST

DENPASAR – Influencer Dr Tirta  hadir pada sidang Jerinx untuk memberikan dukungan  meskipun IDI Bali menjadi pelapor kasus itu.”Hari ini saya datang secara individu sebagai kawan Jerinx, terlepas IDI Bali sebagai pelapor,” ujarnya sesaat sebelum sidang pledoi Jerinx, Selasa (10/11).

Pria itu mengungkapkan, harusnya ia datang dua pekan lalu, saat sebelum pembacaan tuntutan sebagai saksi meringankan. “Tapi saya ditelpon, ada yang keberatan saya datang ke sidang, katanya seakan saya melawan teman sejawat,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan telah berupaya untuk melakukan mediasi antara pihak Jerinx dan IDI Bali. “Saya sudah mencoba menjembatani Nora untuk bisa ketemu , tapi belum ada jawaban, Nora sudah menyampaikan ke saya, jika kalau ada waktu  untuk minta maaf secara langsung,”terangnya.

Dr Tirta mengaku, dia adalah partner diskusi Jerinx. “Saya masih ingat saat kita berdebat live instagram soal konspirasi akirnya kita sepakat bahwa COVID itu ada dan diikuti 152 ribu penonton, dan akhirnya saya anggap sebagai sarana edukasi,” ungkapnya.

Selain itu, ia pun mengungkapkan keberatannya atas tuntutan hukuman tiga tahun yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Kita harus mikir sebab akibat, apabila tuntutan  dikabulkan JPU dikabulkan hakim, akan ada banyak laporan sejenis  karena kata atau frase salah omong, itu akan membuat laporan cyber membludak, dan tentunya akan memberat kerja temen polisi,” terangnya.

“Kita lihat lah di daerah Bandung, ada orang berkata kasar malah sekarang jadi selegram kuliner itu kan berbanding terbalik, kita lihat apa yang dikatakan Jerinx salah atau gak salah, hukuman tahun tiga itu terlalu berat, harapanya hakim bisa memikirkan dampak, dan apa yang dlakukan oleh JRX, salah satunya kegiatan sosial,” terangnya lagi.

“Sayang saja, masa ada karir seorang hancur karena dua frase kacung dan bubarkan, disisi lain ada yang jadi duta,” tegasnya.

“Harapan saya paling terakhir, IDI Bali , Jerinx dan Nora bisa duduk beritiga. Karena itu harapan saya dari dulu. Terlepas apapun hukumnya, silaturahmi itu kan tidak boleh terputus,” katanya.

Bagi dr. Tirta, masalah yang menyeret Jerinx hingga ke pengadilan itu harusnya menjadi refleksi bersama baik dari pihak Jerinx ataupun dari pihak IDI Bali. Akan lebih baik, jika persoalan itu diselesaikan dengan diskusi dan duduk bersama agar kedua pihak menemukan jalan terbaik. (kanalbali/WIB)