Dan Corona Merubah Cara Bersujud KepadaNya

UMAT Islam menjalankan Salat Jumat di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Jumat (10/7/2020). Ini adalah Salat Jumat masa pandemi COVID-19 dimana protokol kesehatan harus diterapkan- Zul T Eduardo

DATANGLAH ke masjid di hari Jumat. Ibadah salat jamaah kini telah digelar kembali setelah absen sejak awal Maret silam. Saat pandemi COVID-19, kenyataan pahit harus diterima guna mencegah penularan virus.

Kini berita gembira akhirnya tiba. Ibadah berjamaah itu diizinkan kembali. Syaratnya, protokol kesehatan harus diterapkan. Cek suhu, gunakan masker dan jaga jarak menjadi pemandangan yang biasa. Di hadapan virus, tak ada beda antara mereka yang ingkar dan yang bertakwa.

CEK SUHU – Jamaah yang akan mengikuti sembahyang Jumat harus melalui Cek Suhu badan. Mereka yang suhunya di atas 37 derajat celcius akan diminta pulang – Zul T Eduardo

JAGA JARAK – Tanda peringatan untuk menjaga jarak dipasang di berbagai sudut termasuk di tempat jamaah berwudhu sebelum melakukan Salat Jumat – Zul T Eduardo

MASKER – Penggunaan masker wajib terus dipatuhi bahkan saat jamaah sedang mendengarkan khutbah Jumat – Zul T Eduardo

JARAK – Jaga jarak tetap diterapkan saat jamaah duduk di dalam masjid. Sebelum masa pandemi, jarak antara satu jamaah dengan yang lain umumnya sangat rapat dan menjadi simbol kebersamaan umat – Zul T Eduardo

PEMBATASAN – Jumlah jamaah yang boleh memasuki area masjid dibatasi. Setelah melebihi 30 persen dari kapasitas hari biasa pintu pagar pun terpaksa ditutup rapat – Zul T Eduardo

KHUSUK – Pandemi COVID-19 telah merubah cara umat Islam melaksanakan ibadahnya. Namun demikian tidak berarti merubah kadar kekhusukan dan harapan agar berkah Allah SWT tetap terlimpahkan bagi mereka – Zul T Eduardo

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.