Delegasi KTT G20 Diprediksi Lebih dari 50 Ribu Orang, PHRI Usulkan Tambahan Hotel

Ilustrasi - Persiapan hotel di Bali menyambut KTT G20 - IST

DENPASAR, kanalbali.id – Diperkirakan sebanyak 50 ribu lebih delegasi KTT G20 akan tiba di Pulau Bali, pada puncak KTT G20 di Bulan November 2022 mendatang, dan saat ini 24 hotel di kawasan Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Kabupaten Badung, yang sudah disiapkan untuk para delegasi G20 sudah full.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan bahwa untuk 24 hotel di kawasan ITDC, Nusa Dua, yang disiapkan untuk delegasi KTT G20 tentu tidak mencukupi untuk menampung 50 ribu lebih dan akan diusulkan sejumlah hotel di luar kawasan tersebut.

Seperti, di kawasan Jimbaran, Kuta, dan Sanur, Denpasar.

BACA JUGA: Bali Dapat Pinjaman 100 Motor Listrik untuk Perhelatan G20 

“Untuk 24 hotel sudah di-booked, dan kita juga usulkan lagi beberapa tambahan hotel nanti. Karena, 24 hotel di area ITDC sudah penuh sampai ke Sawangan (Nusa Dua),” kata dia, saat dihubungi Senin (10/10).

“Dan nanti, kita usulkan di dekat (area Nusa Dua). Seperti, Jimbaran dan juga beberapa di Kuta. Karena, kemungkinan besar lebih 50 ribu delegasi yang akan datang termasuk keluarganya dan media,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengaku, bahwa PHRI siap untuk menambahkan sejumlah hotel untuk para delegasi KTT G20, bila nanti tidak mencukupi. Sehingga, di kawasan lainnya seperti Kuta, Sanur, atau di luar kawasan Nusa Dua, hotelnya terisi.

“Kita sudah siap berapun penambahannya. Sekarang lagi di data, karena persyaratan hotel delegasi G20 ketat sekali. Khususnya, menyangkut fasilitas, keamanan dan termasuk servis. Saya, sudah siap berapun nanti (diperlukan), waktu itu kita bicara kalau seandainya kurang kita pasti siap, yang terdekat Jimbaran dan Kuta, biar kecipratan juga, dan bisa juga di Sanur kalau masih kurang,” jelasnya.

Sementara, untuk data validnya akan diketahui pada pertengahan Bulan Oktober 2022 nanti, berapa jumlah delegasi KTT G20 dan berapa hotel yang perlu ditambah. Karena menurutnya, para delegasi tentu akan membawa keluarganya dan juga sejumlah media asing akan datang ke Bali dan itu perlu persiapan matang untuk hotel yang ditempati mereka.

BACA JUGA:

Putu Fajar Arcana Tampilkan Kisah Drupadi Melawan Patriarkhi di Festival Bali Jani

“Khususnya di pengaturan trasnportasi dan untuk tour-nya kemana saja yang akan dilewati. Kalau di Nusa Dua, di 24 hotel sudah pasti full, tentu mereka yang mau ke Bali tidak bisa booking di 24 hotel itu. Tapi, pasti dia ke daerah Kuta, Legian, Seminyak, Sanur, dan Ubud,” terangnya.

Ia juga memprediksi, dengan jumlah 50 ribu lebih delegasi KTT G20 yang akan datang ke Pulau Dewata, tingkat keterisian hunian hotel atau okupansi hotel di luar kawasan Nusa Dua, bisa mencapai 80 hingga 90 persen.

“Jadi perkiraan saya, kita akan mengalami tingkat hunian yang tinggi pada saat itu. Mudah-mudahan di area luar di 24 hotel itu, bisa juga 80 sampai 90 persen nanti. Itu harapan saya,” ujarnya.

Sementara, untuk tarif hotel di kawasan Nusa Dua atau yang ditempati oleh para delegasi KTT G20 sudah kembali ke harga normal. Kemudian, untuk harga per harinya tergantung hotel dan kamar yang dipesan, ada yang Rp 5 juta per hari atau puluhan juta.

“Mulai kita buka border itu harga khusus sampai kita opening itu Rp 50 persen. Setelah itu, mulai kita tingkatkan harga itu, dan saat ini sudah kembali normal harganya,” jelasnya.

“(Untuk tarif) tergantung hotelnya, tergantung jenis kamar yang dipesan. Kalau di Nusa Dua area, minimal Rp 5 juta sampai juga ada (kamar) presidential suite puluhan juta, juga ada suite room sangat dibutuhkan karena banyak delegasi high level-nya,” ujarnya. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.