Dorong Dana Desa untuk Tangani ATM dan Stunting,  Adinkes Gelar Lokakarya di Bali

Peluncuran buku Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Bidang Kesehatan oleh Wamen Desa dan Daerah Tertinggal Ahmad Reza Patria saat pembukaan Seminar dan Lokakarya Nasional Adinkes di Bali, Selasa (29/4) - IST
Peluncuran buku Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Bidang Kesehatan oleh Wamen Desa dan Daerah Tertinggal Ahmad Reza Patria saat pembukaan Seminar dan Lokakarya Nasional Adinkes di Bali, Selasa (29/4) - IST

JIMBARAN, kanalbali.id – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia Ahmad Riza Patria membuka acara Seminar dan Lokakarya Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) di Bali pada Selasa (29/4).

Acara bertemakan “Peran Desa dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit” itu dimaksudkan untuk meningkatkan alokasi dana desa dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Lebih khusus lagi adalah dalam penanganan masalah AIDS, Tuberkulosa dan Malaria (ATM) serta pencegahan stunting.

“Kuncinya adalah pada kemampuan dari kita semua untuk meyakinkan aparat dan masyarakat desa agar memprioritaskan dana itu saat melakukan perencanaan pembangunan,” kata Wamen.

Karena itu dia menyambut penerbitan buku panduan yang disusun Adinkes mengenai pengelolaan dana untuk bidang kesehatan yang diluncurkan pada pembukaan acara itu.

BACA JUGA: Digelar di Nusa Dua, Kartini Fest 2025 Gugah Semangat Cintai Produk Negeri Sendiri

Patria menyebut, saat ini terdapat 75.563 desa di Indonesia dimana 10.000 diantaranya masih berstatus Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal. Sejak adanya UU Desa pada 2014, pemerintah  telah mengucurkan langsung dana ke rekening desa antara Rp 800 juta hingga 1,5 miliar per desa.

“Jumlahnya totalnya pada pada periode 2024-205 sudah mencapai Rp 71 triliun,” sebutnya.

Dana itu tentu saja menjadi potensi yang sangat besar dalam penanganan masalah kesehatan di Desa. Namun penyerapannya masih tergantung pada keputusan perangkat desa dan masyarakat desa yang diwakili dalam Badan Perwakilan desa.

Terkait hal itu, Ketua Umum Adinkes, dr. M. Subuh, MPPM menyatakan, sampai hari ini Indonesia masih mengalami maslaah besar dalam menghadapai masalah ATM dan stunting.

Peran Desa menjadi sangat penting dengan adanya dana desa dan keunggulan desa sebagai instrument lokal. Antara lain, kedekatan aparat desa dengan komunitas yang dihadapinya, fleksibilitas penggunaan dana desa sesuai kebutuhan lokal dan pendekatan yang memungkinkan penyesuaian dengann basis budaya lokal.

Saat ini, alokasi dana desa untuk masalah kesehatan terhitung masih minim karena hanya sekitar 30 persen saja atau sebanyak 500 desa dari seluruh desa yang ada di Indonesia. “Ini masih jauh sekali dan kita harapkan tahun ini bisa bertambah menjadi 13 ribu desa,” katanya. ( kanalbali/RFH)

 

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.