Dukung Gubernur Koster, Suwirta Wajibkan PNS Klungkung Pakai Endek 3 Kali dalam Satu Minggu

KLUNGKUNG –  SE Gubernur Bali mengenai pemakaian kain tenun endek setiap Selasa didukung penuh oleh Pemkab Klungkung.

Bupati Klungmung Nyoman Suwirta, Selasa (23/2) menyampaikan kembali membuat edaran baru, dimana pemakaian endek tidak hanya setiap Selasa, tetapi juga setiap Kamis dan Jumat.

“Kami bikin edaran baru lagi, sekarang Klungkung tiga kali pakai endek. Pertama Selasa, kalau tidak rainan (hari raya) saat Kamis, maka bagian atasannya pakai endek. Jumat juga, yang biasanya pakai pakaian olahraga saja, jadinya hanya paginya saja, untuk siangnya pakai endek. Karena usai olahraga pagi, selanjutnya kembali bertugas melakukan pelayanan publik,” kata Bupati Suwirta.

Ia menegaskan, ini diterapkan khusus pada internal Pemkab Klungkung. Sementara lembaga dan instansi lainnya, menyesuaikan dengan SE Gubernur Bali. Mengenai warna dan motif tenun endek, bebas, tetapi modelnya seragam dan terlihat sopan, agar tidak mencolok.

Klungkung memang sejak awal sudah komitmen untuk melestarikan khasanah produk lokal dan menguatkannya dari gempuran produk luar. Maka, menurutnya SE Gubernur ini, sudah seyogyanya disambut antusias, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melestarikan endek.


Dengan adanya SE Gubernur Bali sekaligus kebijakan baru Pemkab Klungkung, maka ini akan berdampak pada naiknya permintaan kain tenun endek. Maka, para perajin tenun lokal, harus mengantisipasinya dan memanfaatkan peluang yang ada, untuk merespons permintaan pasar.

“Karena permintaan nanti banyak, perajin juga harus mengikuti. Harus inovatif, berinovasi soal motif. Kalau misalnya ke pura, pakai paju putih misalnya, endeknya bisa didesain dominan warna putih,” tegasnya.

Dengan demikian, otomatis permintaan pasar nanti akan mengikuti. Sehingga IKM (Industri Kecil Menengah) maupun UKM (Usaha Kecil Menengah) dapat tumbuh lebih cepat dengan prioritas produk pada kain tenun endek lokal. Dia secara khusus meminta agar UKM jangan mudah tergiur menjual endek luar, apalagi bukan tenun, melainkan endek sablon.

Sebelumnya, hasil IKM Endek selalu mendapat kesempatan tampil dalam event-event tertentu, seperti pameran, festival, baik di Bali maupun luar Bali. Ini membuat sebelum terjadi pandemi COVID-19, IKM Endek cukup bertumbuh.

Bahkan, terbanyak di Bali dengan 14 unit usaha perajin endek tenun, dari 54 unit usaha perajin endek di Bali. Tidak hanya endek, tetapi ragam jenis kain tenun lain juga diberdayakan. Seperti kain tenun khas Klungkung ada rangrang Nusa Penida, Cepuk, hingga endek Klungkung, semua diberikan peluang berkembang hingga bisa mandiri. ( kanalbali/KR7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.