Nusa Penida Sambut New Normal: Siapkan Protokol Kesehatan dan Diskon Besar

Rentin Hill di Kutampi, Nusa Penida - IST

DATANGLAH ke Kutampi di Nusa Penida, Klungkung. Disini ada resort wisata bernama Reynten Hill dengan kamar-kamar eksklusif. Ada pula kolam renang dengan latar belakang pemandangan eksotik, utamanya di kala senja.

Nah, untuk kondisi saat ini, pengelola pun memberi harga spesial. “Untuk lokal kita diskon 50-60 persen bahkan lebih, karena dari harga yang kita pasang di booking online satu kamar kita jual Rp 1,2 juta lebih dan untuk wisatawan asing, diskon 30 sampai 40 persen,” kata pemilik dari penginapan ini, Putu Ari Adiantara.

Jembatan gantung yang menghubungkan Nusa Lembongan dengan Nusa Penida – IST

Langkah ini dilakukan karena sejak 3 bulan ini, pariwisata Nusa Penida sudha mati suri. Apalagi kalau bukan karena pandemi COVID-19. “Untung masih orang yang sembahyang terus menginap, ada juga bule yang sudah lama Tinggal di Bali, saya berikan harga sangat murah,” ujarnya.

Pengelola pariwisata lainnya, I Ketut Surianta, pemilik Sunset Garden di Nusa Lembongan mengaku sudah tidak ada penghasilan karena okupansi atau tingkat huniannya sudah di titik nol dari pertengahan Maret lalu.Dia hanya menyisakan dua persen dari 100 persen karyawannya untuk perawatan restoran, villa hingga kolam renang .Karena itu, sangat berharap era new normal bisa segera dimulai.

“Untuk protokol kesehatan sesuai acuan kita lengkap, masker juga kami sediakan disini, wisatawan wajib cuci tangan sebelum masuk, tetap bermasker walaupun di dalam hotel karena ada wisatawan-wisatawan lain dan karyawan, intinya diajak saling menjaga,” terangnya.

Pulau Nusa Penida, dengan tiga gugus pulau memang disiapkan untuk dikunjungi wisatawan . Bupati Klungkung, yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan hingga saat ini Nusa Penida masih dinyatakan zona hijau atau bebas COVID-19.

Villa di Nusa Lembongan, Klungkung, Bali – IST

“Sempat ada 2 kasus positif, tapi yang sakit itu tugas dan bekerja di Bali daratan, dan tidak sempat ke Nusa Penida,” kata Bupati, Jumat (3/7). Dia sangat yakin untuk membuka pariwisata Nusa Penida, pada dengan syarat protokol kesehatan lengkap sesuai prosedur yang sudah ditetapkan.

“Walaupun di Bali kasus positif masih terus saja bertambah, saya yakin pertengahan Juli kasus akan turun,” katanya. Protokol kesehatan dilakukan mulai dari naik Boat, kemudian didalam boat, hingga di obyek-obyek wisata nantinya.

Memang, jelas dia, sementara baru dibuka khusus untuk tamu lokal Bali saja atau wisatawan yang tinggal di Bali dan menetap di Bali saja. “Pokoknya warga yang tinggal di Bali dululah, untuk asing masih menunggu keputusan pusat dan provinsi ” ujarnya. ( kanalbali/Budi Krista )