Komunitas Pecinta Hewan Protes Peracunan Anjing di Pantai Sanur

DENPASAR – Sejumlah pencinta anjing berkumpul di kawasan pantai Hyatt areal pantai Sanur, untuk melakukan gelaran penghormatan kepada anjing-anjing yang mati akibat aksi peracunan, Rabu sore (30/12/20).

Beberapa orang membawa lilin, canang dan dupa sebagai wujud persembahan, juga memberikan doa, berharap supaya kejadian peracunan hewan khususnya anjing liar tak terulang kembali.

Diungkapkan oleh salah satu Feeder (pemberi makan anjing liar & pencinta anjing) Marita Abun, pada 17 Desember lalu, sekitar enam ekor anjing liar di pantai dan seekor anjing peliharaan tewas diracun oleh orang tak bertanggung jawab.

“Jadi kita hari ini memberikan penghormatan sekaligus mengenang anjing yang sudah biasa kita kasih makan,” ungkapnya.

Ada sekitar 16 anjing pantai yang tiap hari ia dan feeder lain yang terkoordinir dalam ‘Sanur Feeding Grup’ beri makan. Sementara, pada kejadian peracunan itu, enam anjing liar dan seekor anjing peliharaan mati. “Yang selamat sekitar empat anjing, itu setelah dirawat ke dokter,” katanya.

Baginya, keberadaan anjing-anjing liar di kawasan itu begitu berarti, bahkan sudah dianggap sebagai keluarga. “Mereka (anjing liar-red) tidak mengganggu, kecuali orangnya agresif, kami sangat merasa kehilangan, apalagi banyak orang yang mengenal mereka,” ujarnya.

Kata dia, di kawasan Sanur memang kerap terjadi peracunan anjing. “Tapi yang di pantai ini yang terbanyak, para peracun tak tau, jika anjing-anjing pantai ini sudah ada sejak lama,” terangnya.

Marita bercerita, kejadian peracunan itu ketahuan setelah seorang membawa anjing peliharaanya ke doker hewan karena diracuni. Enam anjing pantai yang biasa ia dan feeder lain beri makan mendadak hilang. “Awalnya kami kira diculik oleh pemakan daging (pemakan anjing-red) tetapi kesokan harinya (18/12) ditemukan bangkai-bangkai anjing itu di beberapa tempat,” ungkapnya.

Sontak, Marita dan feeder lain langsung memposting kejadian ini di beberapa media sosial dengan harapan supaya pemilik anjing lainnya untuk berhati-hati.

“Kita berharap orang yang meracun tidak mengulangi lagi perbuatnaya dimanapun, karena bukan hanya anjing pantai (liar) saja yang mereka racun tetapi anjing milik orang lain, dan banyak banyak yang perduli kepada anjing liar, bagi kami mereka sudah seperti keluarga karena setiap hari bertemu dan dikasih makan,”ucapnya.

Tentu ia dan para feeder lain berharap, kepada pihak keamanan baik baik kepala lingkungan hingga aparat kepolisian untuk perduli dengan kasus peracunan anjing itu. “Intinya kami berharap semoga kejadian ini tak terulnag kembali,” harapnya. (Kanalbali/WIB)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.