Pendukung Zaenal Tayeb Kian Bertambah, Pengamanan PN Denpasar Ditingkatkan

Tokoh masyarakat Legian, Wayan Puspanegara turut hadir di PN Denpasar

Tokoh masyarakat Legian, Wayan Puspanegara saat berada di PN Denpasar - IST

DENPASAR- Sidang perkara Zainal Tayeb kian menarik perhatian. Puluhan anggota KKSS bersama keluarga dekat Zainal, Kamis (30/9) kembali memadati Pengadilan Negeri Denpasar. Keamanan areal pengadilan pun diperketat. Sedikitnya satu regu Sabhara Polresta Denpasar disiagakan sejak pagi hari.

Akses masuk kedalam pengadilan terpusat di pintu selatan dengan penjagaan Satpam sedangkan pintu utara termasuk pintu kecil tembus halaman belakang Kejari dan Pengadilan Militer dikunci rapat. Bukan hanya itu, ruang sidang Kartika, tempat sidang ini digelar tak luput dari pengawasan ketat polisi.

Dari puluhan pendukung Zainal yang hadir, ada yang cukup menyita perhatian semua pihak. Dia adalah, Wayan Puspanegara. Tokoh Desa Legian ini mengaku hadir di pengadilan sebagai dukungan moral pada Zainal Tayeb yang dikenalnya sejak tahun 1980 an itu. Dari pandangan mantan anggota Dewan Badung dua periode ini, sosok Zainal Tayeb sudah dianggap sebagai orang tua, penasihat dan tokoh berpengaruh di kawasan Legian, Seminyak, Kuta bahkan Bali.

Selama ini peran aktif Zainal di masyarakat sudah tak diragukan lagi. Pria kelahiran Mamasa, Sulsel (kini Sulbar) itu terkenal kerap memberikan kebaikannya, serta dermawan. “ Dia dermawan sejati. Beliau berulangkali mengharumkan nama daerah, baik dibidang olahraga, seperti tinju, panjat tebing, UMKM dan lainnya. Jadi dari banyak hal yang baik masak dihapus dengan hujan sehari,” sebut tokoh Partai Golkar Badung ini.

Karena itu, Puspanegara meminta tidak menggeneralisasi satu persoalan. Artinya, pihak hakim maupun jaksa bisa mempertimbangkan kebaikan- kebaikan Zainal selama ini. “Mari kita berpikir positif, arif dan bijaksana. Banyak sisi sisi baik dibandingkan dengan kesalahan yang dituduhkan,” imbuhnya.

Suasana persidangan online dengan terdakwa Zaenal Tayeb di PN Denpasar – IST

Apalagi, sambung Puspanegara kondisi Zainal sudah senja, memiliki penyakit bawaan yang tentu sangat membahayakan kesehatannya. Untuk itu, hakim diharapkan bisa mengabulkan penangguhan penahanan yang diajukan melalui pembela Zainal. “Gak mungkin pak Zainal lari, kalau kondisinya sehat hakim akan lebih enak memeriksanya. Kita tahu ini hukum positif, tapi budi baik orang kan tetap harus dipertimbangkan,”imbuhnya.

Pun demikian, Puspanegara menyerahkan sepenuhnya pada majelis hakim. Apabila hakim menilai bersalah, dapat menjatuhkan putusan seadil-adilnya. “Tapi kalau tidak bersalah, mohon bebaskan,”pungkasnya.

Pelapor Tak Hadir, Sidang Ditunda

Sementara itu, majelis hakim yang diketuai Wayan Yasa memutuskan menunda sidang. Pasalnya, saksi pelapor Hedar Giacomo BoySya berada di Italia. Jaksa penuntut umum (JPU) Imam Ramdoni, sempat menghadirkan saksi melalui zoom meeting dengan volume suara bisa didengar semua yang hadir di sidang.

Kehadiran saksi tersebut tetap ditolak Wayan Yasa lantaran saksi berada di hotel tanpa ada rohaniawan yang menyumpahnya. Sesuai hukum acara, saksi harus disumpah oleh rohaniawan sebelum bersaksi. Dan apabila diluar negeri, saksi harus memberikan keterangan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Di luar negeri pemeriksaan saksi dilakukan di Kedubes atau Konjen RI,”kata Wayan Yasa sambil menutup sidang untuk dilanjutkan Selasa (5/10). (kanalbali/KR10)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.