Macam-Macam Alat Bantu Pembelajaran Digital

pixabay by geralt

DI MASA  ini penting sekali untuk setiap individu memahami literasi digital untuk menunjang berbagai kegiatan di era digital. Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi, menemukan,mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dengan konten dan informasi.

Dayu Rifanto, Pendiri @bukuntukpapua menyampaikan, terdapat beberapa elemen dalam literasi digital. Di antaranya, information literacy, media literacy, kolaborasi dan komunikasi, identity management, dan kemampuan belajar terus-menerus. Elemen tersebut sangat penting yang perlu dimiliki ketika kita ada di dunia digital.

Bagi para pendidik, yang mendidik generasi alfa dengan karakteristik berbeda-beda perlu menguasai literasi digital agar mudah menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik yang notabenenya seorang digital native.

“Tiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda terkait bagaimana mereka mengakses informasi dalam dunia online. Generasi Z sebagai generasi transisi dari analog ke digital dan generasi alfa sebagai digital native,” tutur Dayu dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (6/10/2021).

Menurut Dayu, generasi alfa ini memiliki karakteristik sebagai sebuah generasi paling terdidik karena dengan sangat mudahnya mengakses beragam informasi. Kemudian, cakap teknologi karena bisa memilih pembelajaran secara personal.

Mengenal Fitur Paperless Transaction yang Sering Digunakan di Indonesia

Dengan karakteristik seperti itu, para pendidik perlu menyesuaikan kebutuhan belajar peserta didik, terutama saat pembelajaran online.

  1. Alat bantu tatap muka virtual

Alat bantu ini memudahkan pembelajaran virtual karena guru dan peserta didik dapat bertemu secara jarak jauh. Tenaga pendidik bisa memanfaatkan platform seperti Zoom dan Google Meet. Pertemuan online ini juga menunjang beberapa aplikasi untuk membuat kuis atau presentasi.

  1. Membuat Kuis dan Permainan

Kuis dan permainan membuat peserta didik merasakan gaya belajar baru. Dayu menerangkan, untuk membuat kuis dalam pembelajaran bisa memanfaatkan platform Mentimeter atau Kahoot Quizzes.

  1. Berdiskusi Online

Berdiskusi secara virtual bisa memanfaatkan Game Board atau Miro Board. Melalui platform tersebut, peserta didik dan pendidik bisa  berinteraksi melalui papan yang sama secara online.

“Aplikasi-aplikasi tersebut sangat mudah digunakan dan membantu kita lebih cakap digital dalam pembelajaran yang dilakukan para pendidik pada kelas-kelas online,” ungkap Dayu.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (6/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Alek Iskandar (Managing Director IMFocus Digital Consultant), Nannette Jacobus (Digital Strategist),  dan Putri Masyita (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI//RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.