Ingin Mulai Investasi di Masa Pandemi Covid-19, Ini yang Harus Diperhatikan

pixabay by kreatikar

PANDEMI Covid-19 mengubah tidak hanya pola hidup masyarakat, tapi juga iklim investasi di Indonesia. Adinda Atika seorang VP Business Development mengatakan di masa pandemi Covid-19, minat investasi masyarakat masih ada. Tapi, pilihan investasinya berubah menyesuaikan kondisi ekonomi.

“Investasi masih bisa dilakukan saat pandemi. Nah, kita dapat memiliki instrumen investasi dengan risiko paling rendah atau konservatif. Instrumen dengan keuntungan minim, namun kerugiannya,” tutur Adinda dalam Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Seram Bagian Timur, Maluku, Jumat (10/9/2021).

Adinda menjelaskan instrumen investasi dengan profil risiko rendah yang populer ada tiga, yakni emas, reksadana pasar uang, dan obligasi negara.

Emas merupakan jenis investasi paling konservatif dan paling cocok untuk Anda yang ingin menyimpan aset dalam waktu lama. Harga emas cenderung tidak mengalami penurunan drastis, bahkan naik setiap beberapa tahun.

Reksadana pasar uang cocok untuk Anda yang ingin investasi dalam jumlah sedikit-sedikit tapi rutin. Reksadana pasar uang menjadi alternatif investasi dengan modal rendah dan risiko minim.

Obligasi negara merupakan jenis investasi berjangka menengah, biasanya antara dua atau tiga tahun. Tiga instrumen investasi di atas cocok dilakukan oleh investor dengan profil risiko rendah. Dalam artian, tidak mengapa keuntungan kecil tapi risiko pun tetap minim.

pixabay by tumisu

Adinda mengatakan jika Anda adalah seorang investor dengan profil risiko tinggi alias tidak keberatan dengan potensi kerugian cukup banyak, tidak ada salahnya mencoba instrumen yang lain.

Saham contohnya, merupakan instrumen dengan profil risiko tinggi. Selai saham, investasi mata uang kripto juga memiliki risiko kerugian besar, namun potensi keuntungan yang besar pula.

“Intinya jangan takut investasi. Cari tahu tentang jenis instrumen yang Anda inginkan, baca atau tonton dari berbagai sumber. Sekarang investasi bahkan bisa dengan mudah dilakukan lewat aplikasi smartphone,” tuturnya.

Dalam webinar kali ini hadir juga Nannette Jacobus Branding Strategist dan Content Creator, Ferdy Karel Soukotta Duta Wisata Indonesia, Peneliti, Musisi, dan Sri Rahma Dani key opinion leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.