Seruan Pakar Tentang Cakap Digital: Ini Tuntutan Zaman!

pixabay by mohamed_hassan

Dunia terus bergerak, perkembangan teknologi pun tak bisa terus dibendung. Untuk itu, penting bagi masyarakat dunia untuk bisa dan memahami kecakapan digital.

Dikatakan oleh dosen di Universitas Viktory Sorong, Papua, Agustinus G Gifelem, penggunaan teknologi dalam banyak hal di kehidupan manusia adalah untuk membantu kegiatan sehari-hari.

“Tujuan teknologi sangat baik yaitu membantu manusia agar aktivitas menjadi lebih mudah. Jangan lah teknologi yang malah mempersulit kita,” kata Agustinus saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (12/10/2021).

Sayangnya, lanjut lelaki berusia 32 tahun itu, tak semua orang bisa menggunakan teknologi bukan hanya karena kesulitan akses, tetapi juga malas mempelajarinya.

“Ada yang berasalan karena sudah tua, sudah bagian dari tradisi, anak kampung, tidak punya uang, atau masalah lainnya,” tambah Agustinus.

Lebih lanjut, Agustinus Gifelem juga membagikan beberapa manfaat perkembangan teknologi. Pertama, sebagai bagian dari tuntutan zaman. Ia bercerita bagaimana saat ini, ujian CPNS dilakukan menggunakan komputer dan berlandaskan teknologi.

“Kemarin ada yang sulit berhadapan dengan komputer saat tes CPNS. Dia bilang sudah lama tidak duduk depan komputer dan ada juga salah satu peserta yang menangis karena tidak bisa pegang mouse. Ini hal yang benar-benar terjadi. Jadi kita harus lengkapi diri kita, tidak bisa tidak mengikuti perkembangan teknologi karena ini tuntutan zaman,” tambah Agustinus.

Kedua, pemanfaatan teknologi juga bermanfaat di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Andai tidak ada teknologi, Agustinus yakin ia akan kesulitan mempertahankan pekerjaannya di masa pandemi.

Bukan Cuma Mengincar Orang Dewasa, Penipuan Online Juga Bisa Mengincar Anak Loh

“Bayangkan saat pandemi dan tidak ada teknologi, dunia akan habis. Seandainya tidak ada teknologi juga, saya mungkin sudah dipecat atau tidak digaji karena saya tidak mengajar. Karena ada teknologi, saya masih bisa mengajar. Ini sangat bermanfaat di masa pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Ketiga, teknologi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Ia misalnya mencontohkan jasa ojek online Go-Jek yang dianggap telah menciptakan jutaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Selain contoh-contoh di atas, Agustinus juga mengatakan ada manfaat lain teknologi seperti mudah mengakses informasi, membuat pekerjaan lebih mudah, membuat peluang bisnis yang lebih besar serta mampu membuat seseorang menjalani hidup lebih percaya diri.

Lalu, bagaimana caranya agar seseorang cakap teknologi? Agustinus sendiri menekankan pentingnya 4 M yaitu mempunyai alat atau perangkat digital; memiliki keinginan untuk belajar; mau bertanya; dan memperbanyak teman atau bergabung dengan komunitas.

“Teknologi menjadi budaya baru dan kemajuan teknologi telah masuk ke berbagai aspek kehidupan. Maka wajib mulai melek dan memaksakan diri untuk beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi,” pungkas Agustinus.

Selain Agustinus G Gifelem, hadir pula dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (12/10/2021) yaitu Fendi, Founder Superstar Community Indonesia, Dedy Triawan, CTO Mec Indonesia dan Ainun Auliah sebagai key opinion leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.