Pahami Sistem Keamanan saat Berselancar di Dunia Digital

Meningkatnya pengguna digital diiringi juga dengan meningkatnya cyber crime. Kejahatan digital ini tak hanya menimpa para pengguna media sosial tetapi juga kejahatan pada perangkatnya.

Hal itu dikatakan oleh Adinda Atika, VP Business Development Fintech Tunai Kita dalam Webinar Literasi Digital wilayah di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa 27 Juli 2021.

Menurut Adinda keamanan digital adalah sebuah konsep untuk melindungi komputer, perangkat seluler tablet melalui internet. Sistem keamanan dalam berinternet bisa dilakukan dengan memperkuat password, pemakaian anti virus  atau dua langkah otentifikasi, penggunaan pin, finger print, firewall dan enkripsi.

“Khusus untuk firewall beroperasi seperti satpam yang melindungi segala aktivitas kita di dunia maya. Salah satu tugasnya adalah melihat keluar masuk aktivitas, ngecek informasi  yang masuk,” ujar Adinda dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi.

Adinda juga mengatakan bahwa sejumlah data yang wajib dilindungi untuk menghindari kejahatan adalah data identitas prbadi seperti nama ibu kandung, nomor HP, data pembayaran payment, data kesehatan pribadi. “Sejauh mana orang mau menjaga privasinya tergantung kita, kita tahu risikonya juga.”

Untuk melindungi data kita ada sejumlah cara yang bisa dilakukan seperti jangan melakukan jailbreak karena bisa merusak operating sistem kita untuk bekerja maksimal. Selain itu aktifkan mode kunci segera dan jangan biarkan ponsel unlock, cepat-cepat untuk melock atau menguncinya.

“Penting untuk mengupdate software dan anti virus sebab virus itu berkembang. Software update berjalan sejajar dengan orang yang membuat virus.”

pixabay by congerdesign

Selain itu juga penting membuat two factor auntentifikation dan passcode yang panjang dengan mengkombinasikan  nomor, huruf, karakter agar tak mudah diretas. Untuk ini sudah ada progam untuk mencari probabilitas. “Kenapa hal ini dilakukan, karena butuh waktu lama untuk meretas password panjang sehingga password lebih panjang dan lebih kompleks artinya lebih baik.”\

Juga penting adalah untuk menghapus data jika suatu saat gadget atau komputer kita hilang agar semua data tak dicuri. Selain itu jangan membuka email jika tidak yakin siapa pengirimnya dan perlu mematikan pengisian otomatis.

Sementara itu hal negative lainnya yang perlu diwaspadai adalah persoala hoax di media sosial. Menurut pembicara lainnya, Parihin, S.Sos, Kepala Kecamatan Gangga Lombo Utara, saat ini konten-konten di medsos berseliweran dan banyak sudah tower dibangun di pelosok pelosok sehingga perlu kecakapan digital juga untuk mencegah dampak yang bisa terjadi dari perkembangan internet yang begitu luas.

“Salah satu dampak negatif yang muncu dari perkembangan dunia internet adalah menyebarnya hoax di tengah masyarakat. Hoax adalah informasi yang direkayasa yang sering kita dengar di kehidupan sehari hari,” ujar Parihin.

Dikatakannya juga bahwa hoax semgaja dibuat untuk sekedar main main atau untuk membetuk opini publik atau hasutan. Dan biasanya Muncul saat ada issue panas naik ke permukaan. “Hoax sangat berbahaya jika diterima oleh warga yang awam dengan lterasi digital dan gampang terpengaruh.”

Hoax, ditambahkannya adalah salah satu tren terburuk yang pernah ada dalam sejarah penggunaan media sosial dan mulai marak sejak pemilihan presiden 2014. Dan untuk memverifikasi sebuah konten atau berigta itu hoax atau tidak, bisa dilakukan hal-hal sederhana seperti mewaspadai judul berita yang provokatif dan sensational.

Selain itu untuk memverifikasinya juga adalah dengan mewaspadai keaslian foto. Karena konten hoax tak hanya teks tapi juga foto yang kadang diedit untuk mendukung berita. Untuk menganalisanya bisa mencari keaslian dengan mesin pencari google dengan melakukan drag and drop ke kolom pencariaan google images.

Selain Adinda dan Parihin, juga hadir pembicara lain yaitu Bambang Siswanto S.Pd, Pengawas SLTA SMK Lombok Utara dan Ari Lesmana sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.