Hati-Hati, Banyak Berita Bohong Berseliweran di Medsos

pixabay by geralt

MEDIA SOSIAL  menjadi salah satu tempat beredarnya berita palsu atau hoax yang paling besar. Banyaknya berita bohong yang meluas dan cepat tersebar di depan layar kita termasuk di HP membuat pengaruh besar pada pemahaman masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh Lalu Nurul Yaqin, Ph.D, Direktur LPPM UGR Kabupaten Lombok Timur dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu 27 Oktober 2021.

Dikatakannya bahwa kerap kali berita bohong di medsos amat dipercaya oleh yang menerimanya. Sehingga media-media mainstream bisa menjadi katalisator perang yang menghubungkan kita dengan berita-berita palsu yang ada di media sosial.

“Sebab saat ini terjadi borderless komunikatif yaitu komunikasi tanpa batas yang tak bisa dibendung karena kecepatan yang ada di media sosial,” ujar Lalu Nurul dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.

Ditambahkannya lagi saat ini masyarakat juga semakin tidak percaya dengan pendapat para pakar karena mereka begitu mempercayai berita bohong yang ada di depan mata. Sebab saat ini kebenaran sudah lebih diwarnai dengan emosi setiap penerima informasi.

Digitalisasi Ubah Pola Interaksi Sosial, Begini Gambarannya

“Kita sudah masuk di era borderless karenanya tidak ada alasan orang untuk tidak belajar dan tidak ada alasan untuk tidak menuntut ilmu pengetahuan. Karena setiap orang bisa mengakses banyaknya pemberi ceramah-ceramah melalui media mainstream atau medsos, melalui YouTube. Tapi ingat ceramah-ceramah itu bisa saja adalah sarana sarana penyebar hoax,” imbuhnya lagi.

Sebab lagi, kita sekarang mengalami komunikatif abandons atau surplus komunikasi atau keberlimpahan komunikasi yang berlebihan di dunia maya atau di dunia medsos. Begitu banyak informasi yang ada di sana sementara kemampuan kita menginterpretasi informasi tersebut itu masih di bawah level standar akhirnya kita lebih cepat menjadi korban dari berita palsu. Harus diingat bahwa tak hanya di media sosial, di media massa juga banyak berita palsu hoax serta adanya misinformasi dan disinformasi.

Selain Lalu Nurul pembicara lainnya adalah Alex Iskandar, MBA Managing Director IMFocus Digital Consultant, Sofia Sari Dewi, Fashion Designer Content Creator Clozzette ID Ambassador dan Rahmad Ramadhan sebagai key opinion leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/rls)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.