Waspadai Penipu Online Bergentayangan di Internet

PENIPUAN  bisa terjadi kapan saja, dengan adanya gadget di samping kita, tidak menutup kemungkinan kita akan terkena penipuan kapan saja. Kemajuan teknologi menambah peluang untuk penipuan berikutnya.

“Kita harus tau taktik pelaku penipuan. Taktik yang dilakukan adalah menarik perasaan manusia. Rasa takut, kepercayaan, penasaran, nafsu, sampai simpati dan empat,” ucap Abang Suluh saat menjadi pembicara dalam acara Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (25/6/2021).

Abang Suluh juga menambahkan, tiga motivasi seorang penipu. Pertama, memperdaya korban. Kedua, mendapat keuntungan dari korban. Ketiga, mendapat korban yang lebih banyak. “Zaman berubah, tapi taktik yang dilakukan tetap sama seperti itu,” ujarnya.

Beberapa kasus penipuan yang paling sering terjadi di sosial media, menurut Abang Suluh adalah pengambil alihan akun yang akan memperpanjang taktik penipuan seperti peminjaman uang, atau titip transfer ke kerabat terdekat.

Ini terjadi ketika kita menerima kode OTP (One Time Password) yang bisa membuat gadget kita di-hack oleh oknum-oknum terkait. Jangan mudah percaya untuk memberikan kode OTP yang tidak jelas dari mana sumbernya.

“Selain itu, penipu juga suka menggunakan waktu yang sempit, jadi dia memanfaatkan kita dan memojokkan kita dengan tergesa-gesa yang tujuannya adalah kita segera masuk ke dalam jebakannya, dan dia bisa segera kabur,” tambah Abang Suluh.

Jika bertemu penipu yang seperti itu, kita jangan mudah simpat dan empati. Memang meresahkan, tetapi semua itu kembali lagi ke diri kita bagaimana cara menanganinya.   Abang Suluh menjelaskan bagaimana cara menghindari dan menangani nya, pertama kita jangan percaya dengan penjualan di pasar online dengan harga yang terlalu miring. Kedua, Tidak asal klik link dari media sosial. Ketiga, memeriksa link dan pengirim email. Terakhir, gunakan platform belanja online terpecaya. Sehingga untuk transaksi online, pengiriman dana tidak langsung ke pihak pertama.

Menjadi korban penipuan menghambat segalanya. Kita harus mengatur semua dari awal akan kerugian-kerugian yang dialami, juga waktu yang terbuang sia-sia. Selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap iklan, link, dan file yang mencurigakan.

Lebih memperhatikan lagi hal-hal kecil yang terkadang kurang diwaspadai, dengan maraknya penipuan dimana-mana, tidak ada yang ingin jadi korban. Kejahatan bisa terjadi bukan hanya ada waktu, tetapi juga peluang dan kesempatan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi.Webinar dilakukan di wilayah Kabupaten Kupang, NTT, Sabtu (25 Juni 2021) ini juga menghadirkan pembicara yaitu Melanie Subono (Musician & Activist), Abang Suluh Husodo (CEO Maxplus), Benyamin Mbooh (Ketua Yayasan Cyber Movement Network)), Gestianus Sino (Duta Petani Muda Terbaik Indonesia 2018), Aine Fabian.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.