Tol Mengwi-Gilimanuk Diangkat di Debat, Koster Tegaskan Tak Ada Kongkalikong

Pasangan Cagub Wayan Koster dan Giri Prasta - IST

BADUNG, kanalbali.id – Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menyinggung proyek Tol Gilimanuk-Mengwi yang terhenti sementara dan diduga mengandung kasus. 

Cagub De Gadjah menanyakan hal itu kepada paslon nomor urut 2, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri). Sementara, Wayan Koster adalah mantan gubernur periode 2018-2023. Hal tersebut, terjadi dalam debat ketiga atau terakhir Pilgub Bali yang digelar Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada Rabu (20/11) malam.

Cagub De Gadjah menanyakan, terkait langkah Cagub Wayan Koster sebagai Gubernur Bali yang lalu telah melikuidasi Perusahaan Daerah (Perusda), termasuk aset yang dimiliki dan membentuk satu Perusda dan dua Perusahaan Umum Daerah (Perumda) terkait pembangunan Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk dan terungkap di publik hal itu menjadi kasus hukum.

“Di mana awalnya ditangani Polda Bali dan kini dilimpahkan ke Bareskrim Mabes Polri. Bisa dijelaskan dalam hal apa kebijakan bapak dilakukan tersebut menjadi kasus hukum dan bagaimana memastikan proyek pro rakyat itu terbebas dari KKN,” tanya De Gadjah.

Menjawab hal itu, Koster menjelaskan, perubahan Perusda menjadi Perumda bukan asal-asalan, karena berlakunya peraturan pemerintah yang baru dan di dalam pembebasan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam status hak guna usaha, itu di appraisal oleh lembaga independen.

“Dan kebijakan ini merupakan kebijakan Menteri PU untuk pembangunan jalan tol. Pemerintah Bali tugasnya adalah menetapkan lokasi sesuai kewenangan Gubernur, opresernya dilimpahkan oleh lembaga independen dan di dalam proses itu tidak ada kongkalikong atau permainan itu hanya isu saja. Saya berani pertanggungjawaban (secara) niskala-sekala,” jawab Koster.

Sementara, Cawagub I Nyoman Giri Prasta juga ikut menanggapi soal Tol Mengwi-Gilimanuk, pihaknya meminta agar soal tersebut tidak dipolitisasi.

“Bertalian dengan Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk ini dan sebaiknya itu jangan dipolitisasi. Itu adalah demi kepentingan rakyat Bali, tolong dukung bersama apapun yang terjadi biar itu bisa selesai cepat dengan waktu yang akurat. Sehingga penting untuk rakyat Bali, saya kira itu yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam tema debat terakhir Pilgub Bali mengangkat tema,”Ngardi Bali Shanti lan Jagadhita,” yang membahas terkait isu ketenagakerjaan, perempuan, anak dan kaum marginal. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?