TABANAN, kanabali.id – Kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) Boga Sari Werdi di Desa Kesiut, Kerambitan, Tabanan mendapat dukungan penuh dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana dan bantuan Pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2025.
Program PKM ini berfokus pada peningkatan kapasitas mitra dalam memproduksi olahan ikan lele yang lebih bergizi sekaligus bernilai ekonomi.
Kegiatan ini berlangsung sebagai bentuk solusi untuk mengatasi permasalahan dari Poklahsar Boga Sari Werdi, diantaranya belum adanya diversifikasi olahan lele, teknologi tepat guna berupa mesin dan peralatan produksi belum memadai, belum adanya perijinan, dan wilayah pemasaran produk masih lokal.
Tim pengabdian memberikan beberapa tahapan pelatihan yang dilaksanakan dari bulan Juli hingga September 2025, mulai dari pelatihan dan praktek diversifikasi olahan lele menjadi kerupuk dan bakso, pelatihan nilai gizi, desain kemasan dan label pangan, hingga digital marketing.
Tidak hanya itu, tim juga menyelenggarakan penyuluhan manfaat konsumsi lele kepada masyarakat serta pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) guna memperkuat legalitas usaha.
Dari sisi teknologi, Poklahsar Boga Sari Werdi difasilitasi dengan teknologi tepat guna berupa peralatan modern seperti food dehydrator, mixer bakso, spinner, food chopper, sealer, timbangan digital, alat pemotong kerupuk, dan peralatan produksi berbahan stainless steel.

Kehadiran alat-alat ini membuat proses produksi lebih higienis, efisien, dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
Partisipasi masyarakat dalam program ini sangat tinggi, dengan tingkat kehadiran peserta mencapai 92%. Hasilnya, kemampuan mitra meningkat signifikan, tercatat keterampilan pengolahan dan pengoperasian alat naik 90%, penguasaan digital marketing 85%, dan pengetahuan gizi ikan lele 80%.
Persiapkan IQ dan EQ di Era Digital
Ketua tim pengabdian, I Desak Putu Kartika Pratiwi, S.TP., M.P. menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan masyarakat.
“Lele adalah sumber protein yang terjangkau dan bergizi. Melalui inovasi produk dan edukasi gizi, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih sering mengonsumsi lele, sekaligus membantu Poklahsar agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Ni Nyoman Artini selaku Ketua Poklahsar Boga Sari Werdi menyampaikan antusiasnya atas pelaksanaan kegiatan PKM 2025.
“Kami mendapatkan teknologi dan keterampilan baru dalam mengolah daging ikan lele menjadi produk bernilai tambah, yaitu bakso ikan lele dan kerupuk ikan lele,: katanya.
Dampaknya sangat terasa, karena selain menambah variasi produk olahan ikan di kelompok kami, juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan semangat ibu-ibu dalam berkreativitas.
Dengan adanya program PKM 2025 ini, Poklahsar Boga Sari Werdi diharapkan mampu menjadi contoh sukses UMKM berbasis potensi lokal yang tidak hanya mendukung ekonomi desa, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Tabanan. ( kanalbali/RLS )


