12.278 Penumpang Pesawat Terdampak Perang Israel vs Iran

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna - IST
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna - IST

DENPASAR, kanalbali.id- Pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Provinsi Bali, mencatat jumlah penumpang yang keberangkatan penerbangannya terdampak oleh perang di Timur Tengah (Timteng) mencapai 12.278 orang.

Hal itu, dikarenakan masih berlangsungnya peperangan di kawasan tersebut.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna mengatakan, sampai dengan tanggal 30 Maret 2026 untuk jumlah penumpang yang tertunda keberangkatannya tercatat 12.278 orang.

“Untuk jumlah penumpang yang tertunda tercatat di kami mencapai 12.278,” kata kata Felucia di Gedung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Selasa (31/3).

Kemudian, untuk yang mengajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT). Melalui pengajuan izin tersebut dilaksanakan di tiga Unit Pelayanan Terpadu (UPT), yakni di UPT Ngurah Rai, UPT Denpasar, dan UPT Singaraja mencapai 682 orang.

“Untuk penerbitan ITKT itu 682. Sementara untuk pembebasan biaya overstay orang asing yang berdampak dari konflik Timur Tengah ini mencapai 252 orang,” imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa pihaknya berharap konflik di Timur Tengah akan segera selesai dan segera membaik. Karena selama masih dalam kondisi darurat, masih dalam kondisi konflik seperti ini, maka dari Direktorat Jenderal Imigrasi Pusat belum bisa mencambut terkait kebijakan tersebut.

“Maka kami yang berada di wilayah akan terus memperlakukan ataupun mengimplementasikan kebijakan dari Direktorat Jenderal Imigrasi,” sebutnya.

Ia juga mengatakan, dari jumlah penumpang yang tertunda keberangkatannya sebanyak 12.278 di Bali ini sebagian juga sudah kembali dengan pesawat lainnya ke negara asalnya. Karena ada juga penumpang yang melakukan reroute atau mengubah rutenya.

“Jadi mungkin kalau sebelumnya bisa direct kembali ke negaranya dengan situasi seperti ini, orang asing juga akhirnya memilih kembali dengan menggunakan rute yang lain. Nah, ini kami juga terus berkoordinasi dengan pusat dan selama situasi ini masih terus berlangsung, maka kami juga masih tetap mengimplementasikan kebijakan dari pusat,” jelasnya.

Selain itu, untuk menangani penumpang yang keberangkatannya masih terdampak, Kanwil Imigrasi Ngurah Rai memiliki posko di Bandara Ngurah Rai, serta layanan bantuan atau help desk di dua hotel yang ditunjuk oleh maskapai, yakni Hotel Mercure dan Hotel Hilton.

“Bahwa Imigrasi Bali jajaran sudah memberikan layanan yang sangat-sangat prima. Ini kami buktikan dengan adanya posko yang kami bangun yang kami bentuk di bandara. Kemudian dari kantor Imigrasi Ngurah Rai juga menempatkan petugas head desk di dua hotel yang ditunjuk oleh maskapai,” ujarnya.

Tujuan posko dan layanan bantuan tersebut adalah untuk memberikan layanan keimigrasian, termasuk penerbitan ITKT serta pembebasan biaya overstay. Pihaknya juga mengimbau wisatawan asing untuk melengkapi syarat administrasi dan memanfaatkan layanan tersebut guna memperpanjang izin tinggal.

Selain itu, dengan situasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penerbangan internasional merupakan force majeure sehingga membutuhkan respons cepat dari keimigrasian. Imigrasi juga memastikan pelayanan dan pengawasan terhadap WNA yang terdampak berjalan optimal.

“Jadi petugas imigrasi kita berikan desk di sana sebagai bentuk komitmen dan jajaran imigrasi Bali untuk terus memberikan layanan yang terbaik. Kemudian untuk layanan ITKT, apabila diajukan maksimal jam 12 siang, maka kami juga akan menyelesaikan pada hari yang sama,” ujarnya.

Selain itu, bagi warga asing agar bisa mendapatkan pelayanan pihaknya menghimbau agar datang ke UPT Imigrasi di Ngurah Rai, Denpasar dan Singaraja.

“Kepada orang asing yang saat ini masih belum dapat kembali ke negaranya, silahkan datang langsung. Untuk penerapan biayanya overstay yang nol rupiah tentunya juga harus melakukan persyaratan administrasi sebagaimana diatur dalam ketentuan,” ujarnya.

“Kepada orang asing terutama yang terdampak konflik Timur Tengah ini untuk datang langsung ke kantor imigrasi dan juga menerapkan hal yang sama memberikan layanan selesai pada hari yang sama,” ujarnya. ( kanalbali/KAD )

Apa Komentar Anda?