FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir dan Hutan Mangrove

DENPASAR, kanalbali.id — Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah satunya dari persoalan sampah. Menyikapi hal itu, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) berupaya hadir berdampak untuk lingkungan pesisir melalui bersih-bersih kawasan mangrove.

Kegiatan yang melibatkan seluruh civitas akademika itu dilaksanakan di Kawasan Wana Segara Kertih, Minggu (20/9/2026). Kegiatan bertajuk “Mangrove Care Action: Dari Kampus untuk Alam” merupakan salah satu rangkaian acara Badan Kekeluargaan (BK) ke-45 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 FIB Unud tahun 2026.

Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. mengataman bahwa kepedulian terhadap alam tidak boleh berhenti pada wacana akademis, melainkan harus diwujudkan melalui aksi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh lingkungan.  Oleh karena itulah pihaknya berupaya hadir melalui kegiatan tersebut.

Dikatakan, setiap harinya, tonan sampah plastik, terutama yang terbawa dari aliran sungai dan laut, menumpuk di wilayah pesisir serta tersangkut pada akar-akar pohon mangrove. Tak hanya merusak estetika dan mengancam keanekaragaman hayati laut, tumpukan sampah ini mengganggu fungsi vital mangrove sebagai penyerap karbon alami dan benteng utama pencegah abrasi pantai di Pulau Dewata.
“Menjawab krisis ekologi tersebut, kami, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana berupaya hadir tindakan nyata,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia BK ke-45 FIB Unud, Eirenne Pridari Sinsya Dewi, S.S., M.Ed., menyampaikan apa yang dilaksanakan telah sejalan dengan tema BK ke-45 FIB, “Gema Kampus Kuning: Merawat Tradisi Merespons Bumi”. “Tema tersebut diusung sebagai pengingat sekaligus ajakan bagi seluruh civitas akademika untuk senantiasa merawat tradisi dan nilai-nilai luhur kebudayaan, sembari sigap dan aktif merespons isu-isu kerusakannya lingkungan hidup saat ini,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.30 WITA, mengajak puluhan dosen dan mahasiswa untuk turun langsunh menyisir area hutan mangrove untuk memungut dan membersihkan sampah plastik serta limbah anorganik lainnya yang menyumbang kerusakan kawasan tersebut. Sebagai bentuk solusi berkelanjutan atas persoalan lingkungan, FIB Unud juga menyerahkan bantuan donasi berupa tempat sampah kepada pihak pengelola kawasan Wana Segara Kertih.

Penyerahan bantuan tempat sampah ini bertujuan untuk membantu pengelola mengintersepsi sampah di area konservasi, mengedukasi masyarakat dan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, serta menciptakan tata kelola lingkungan pesisir yang lebih bersih dan teratur. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen civitas akademika FIB Unud dalam merawat bumi secara nyata dari lingkungan kampus untuk alam Bali. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?