Candi Prambanan Diusulkan Jadi Tempat Upacara Tahunan Mahasiwaratri

Dirjen Bimas Hindu telah membentuk Tim Kerja untuk merumuskan usulan-usulan terkait upaya menjadikan Candi Prambanan sebagai tempat ibadah umat Hindu.

DENPASAR –  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam raker dengan Komisi VIII DPR RI menyebut, pihaknya akan menjadikan Candi Prambanan sebagai pusat ibadah umat Hindu. Nah, Dirjen Bimas Hindu ternyata telah membentuk Tim Kerja untuk merealisasikannya. 

Tim berfungsi menampung dan merumuskan usulan-usulan terkait rencana tersebut. “Kami sudah melakukan serangkaian FGD yang diikuti oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu, Parisada Hindu Dharma Indonesia seluruh daerah serta sejumlah stakeholder lain yang juga berkepentingan sejak Februari 2021 lalu,” kata Ketua Tim Kerja Pencanangan yakni Arya Suharja, Minggu (11/4/2021)

Sejumlah usulan telah disampaikan mulai dari adanya bebas tiket bagi umat yang akan beribadah hingga fasilitas khusus untuk peribadatan. “Jadi nanti akan ditambahkan adanya tempat khusus yang memang sesuai dengan tata cara peribadatan kita, karena yang ada selama ini kurang memadai,” jelasnya.

Sementara upacara besar yang diusulkan adalah upacara Mahasiwaratri setahun sekali karena dikaitkan dengan keberadaan Prambanan sebagai candi Siwa. “Selama ini yang sudah dilakukan disana adalah upacara Tawur Kesanga menjelang Nyepi,” jelasnya.

Dia menyatakan, usulan-usulan itu tetap sejalan dengan prinsip-prinsip konservasi candi sebagai bangunan bersejarah. Misalnya, soal pelaksanaan upacara tidak harus seluruh umat peserta upacara berada di lingkungan inti dari Candi.

Ketua Tim Kerja Pencanangan Candi Prambanan sebagai tempat ibadah umat Hindu, Arya Suhardja – IST

“Jadi cukup yang memimpin upacara. Tapi sekaligus kita sampaikan paradoks, karena selama ini untuk ibadah tidak bisa tapi kok turis malah bisa masuk untuk selfie,” ujarnya. “Kalau kepentingan konservasi, makin tidak tersentuh candinya oleh publik, ya makin bagus. Dari segi umat Hindu, makin bisa terjaga kesuciannya,” kata dia.

Terakomodasinya kepentingan umat Hindu, menurut Arya, juga akan memberi keuntungan dari sisi lain. Sebab selama ini Prambanan, seperti juga Borobudur, dianggap hanya sebagai bangunan mati tapi tidak ada nilai dan aktualisasi budaya yang hidup di sekitarnya.

“Jadi tidak ada living culture disana, beda dengan tempat-tempat di Bali,” katanya. Daya tarik Prambanan bahkan kian memudar dari tahun ke tahun dimana dari sekitar 300 ribu turis yang datang ke Yogya hanya separuhnya saja yang mengunjungi Prambanan. (kanalbali/ACH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.