Ratusan pemadek mengikuti upacara Yadnya, Pemahayu Jagad di Pura Besakih, Minggu (4/7/2020). Ini menandai rencana dimulainya penerapan protokol tatanan kehidupan era Baru di Bali pada 9 Juli nanti. Berkah dewata pun diperlukan agar dapat berjalan aman dari COVID-19 dan masa pandemi atau gering agung bisa berakhir

TIRTA SUCI – Seorang pemangku (rohaniawan) memercikkan tirta suci di ara upacara untuk melakukan pembersihan secara niskala – Zul T Eduardo

SESAJI – Aneka banten (sesaji) telah disiapkan sebagai persembahan untuk dewata dan menjadi sarana upacara – Zul T Eduardo

DOA – Doa-doa dihaturkan dengan ketulusan hati seraya berharap vibrasi kedamaian akan memancar sehingga gering agung pandemi COVID-19 bisa diselesaikan – Zul T Eduardo.

WARGA ASING – Sejumlah warga asing juga turut serta dalam upacara. Upacara ini menjadi kesempatan untuk berswafoto. Di masa new normal kehadiran mereka sebagai wisatawan sangat diharapkan – Zul T Eduardo

WAYANG – Pagelaran wayang yang memiliki nilai sakral menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara – Zul T Eduardo

TOPENG – Pagelaran tari topeng juga dipersembahkan kepada para pemadek (peserta-upacara – red) – Zul T Eduardo

VIBRASI – Upacara berakhir dengan penusukan kendi berisi sesaji. Keagungan Pura Besakih yang berpadu dengan kesungguhan doa umat diharapkan membuat Hyang Widhi Wasa melimpahkan karunianya. Upacara ini meneguhkan cara Bali untuk berdamai dengan alam semesta, skala (fisik) maupun niskala (spiritual) – Zul T Eduardo


