Lapas Kerobokan Jadi Klaster Corona,  Napi Masuk Lapas Wajib Swab

Tes Swab di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali -

DENPASAR – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya meminta standar protokol kesehatan di Lapas Kerobokan diperketat usai ditemukan klaster baru COVID-19. Menurutnya, setiap ada narapidana baru yang akan masuk ke Lapas Wajib menjalani swab test PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab test.

“Sekarang kalau ada narapidana yang akan masuk ke Lapas di swab dulu, kalau positif COVID-19 ya wajib di isolasi,” kata Suarjaya saat ditemui setelah Sidang Paripurna di Gedung DPRD Bali, Senin (26/10).

Suarjaya menjelaskan, potensi terjadinya klaster COVID-19 sejatinya bukan hanya terjadi di Lembaga Pemasyarakatan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk senantiasa meningkatkan kesadaran akan betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan. Apalagi di tempat yang padat dan tertutup.

Terkait penanganan yang akan diambil oleh pemerintah Provinsi Bali setelah muncul klaster baru di Lapas Kerobokan, ia mengatakan langkah yang akan diambil sama seperti penanganan mengatasi klaster-klaster lain yang sudah pernah ditangani sebelumnya. Termasuk juga soal kebijakan isolasi yang akan diambil.

“Kalau ada yang positif, kita tetap isolasi di Provinsi, yang jelas untuk penanganannya sama saja dengan yang lain,” jelasnya.

Selain itu, Suarjaya menyampaikan pemerintah Provinsi Bali sendiri telah menambah alat PCR di laboratorium agar bisa melakukan uji swab lebih banyak. Tambahannua tersebar di sejumlah laboratorium seperti satu di Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali, satu alat di RSUD Tabanan, dua di RSUD Mangusada, dua di Universitas Warmadewa, dan satu di RSU Wangaya.

“Jadi kemampuan uji spesimen kita dari yang sebelumnya 1.550 spesimen dalam sehari, sekarang dengan bertambahnya 7 alat uji itu kemampuannya mendekati 3.000 spesimen dalam sehari,” tuturnya. (Kanalbali/ACH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.