Misa Natal di Gereja Santo Fransiskus Kuta Terapkan Protokol Kesehatan

Suasana Misa di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Kuta. ACH

Misa Perayaan Natal di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Kuta tetap berlangsung khidmat. Meski digelar ditengah pandemi COVID-19 ratusan umat sudah memadati gereja yang berolakasi di Jalan Kartika Plaza Kuta sejak pagi, Jumat (25/12/2020).

“Anak anak dan orang tua, dianjurkan untuk misa di rumah, orang yang punya penyakit bawaan juga dianjurkan dirumah dan mengikuti Misa dengan disarankan Live Streaming,” kata Ketua Panitia acara Misa Natal Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Alexander Maha Putra Oemanasa saat ditemui di lokasi, Jumat (25/12).

Seluruh umat yang ikut langsung Misa Natal di Gereja tak luput dari pemeriksaan keamanan oleh petugas. Sebelum memasuki ruang gereja, meraka akan melalui dua tahapan pemeriksaan, yakni pemeriksaan keamanan yang dilakukan oleh petugas kepolisian, serta pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas gereja.

“Baru setelah melewati proses itu, umat akan diarahkan pada tempat cuci tangan yang telah kami sediakan di setiap sudut gereja,” ujar Alex sapaan akrabnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, perayaan Misa Natal di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kuta tetap dilangsungkan di dua tempat yakni di dalam ruangan dan di pelataran gereja. Jika di dalam ruangan biasanya menampung hampir 2 ribu orang, kini, ditengah pandemi COVID-19 ini panitia hanya menampung 500 orang.

“Termasuk juga yang diluar, di depan gereja kita sudah sediakan 500 kursi dengan jarak yang sesuai standar protokol kesehatan, jika sudah kapasitas terpenuhi pintu gerbang gereja kami akan tutup dan tidak menerima umat lagi karena menyangkut masalah kesehatan,” jelasnya.

Perihak Misa berbahasa Inggris yang biasanya rutin digelar di Gereja itu, Alex mengaku untuk tahun ini ditiadakan. Musababnya, warga negara asing (WNA) yang melangsungkan peribadatan di Gereja jumlahnya mulai menurun. “Mereka sudah pada pulang, tapi beberapa masih ada yang kesini dan mereka ada hubungan dengan orang Indonesia entah itu istrinya atau suaminya,” tutur Alex.

Elisabeth (28), warga Pendatang yang sudah lama di Kuta mengaku merasakan ada perbedaan yang sangat jauh dengan perayaan Natal sebelumnya. Jika tahun lalu, ia masih bisa duduk keluarga, teman dan sejumlah Kolega yang juga melangsungkan Misa Natal, tahun tidak ada lagi.

“Jaraknya sudah jauh, satu tempat duduk yang bisanya bisa diisi 4-5 orang sekarang hanya bisa diisi 2 orang saja, terus suasana di Gereja juga relatif sepi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pelaksaan Misa Natal 2020 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. ACH

Meski begitu, ia yang mengaku pergi ke geraja bersama suaminya itu menyampaikan tak akan pernah kehilangan esensi dari peryaan meski berlangsung ditengah wabah. Pelaksanaan Misa yang ia jalani, diakuinya dijalankan dengan penuh rasa khidmat.

“Kalau dulu kan banyak juga WNA merayakan natal disini karana masuk dalam daerah wisata, sekarang sudah tidak ada. Tapi tetap saja itu tidak mengurangi rasa khidmat peryaan natal tahun ini, harapannya sih tentu pandemi COVID-19 segera berakhir ya dan umat manusia bisa kembali hidup normal seperti sediakala,” jelasnya.

Sementara itu, Romo Evensius Dewantoro selaku Pastor Paroki saat menyampaikan Homili menegaskan tak ada perbedaan peryaan Misa Natal yang digelar di rumah ataupun di Gereja.

“Mau dirayakan di gereja, atau dirumah, mau mengikuti ofline atau online, mau dari kayu atu kertas, intinya adalah percaya bahwa pribadi yesus kristus adalah penampakan allah ditengah umatnya. Allah merencanakan keselamatan manusia dalam ruang dan waktu, dan riil bukan sesuatu di awang-awang,” ucap Romo Evensius.

Ia melanjutkan, ditengah kondisi serba mencemaskan dan mengkhawatirkan karena digempur dari berbagai rencana dan dibuat tak berdaya oleh pandemi COVID-19, umat seharusnya bisa merefleksi diri agar bisa lebih baik.

“Kita syukuri rencana tuhan yang indah ini, dan seraya melihat kedalaman diri kita apa saja yang merupakan kekurangan dan kelemahan kita, dan kerendahan hari mohon diampuni,” ujarnya. (Kanalbali/ACH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.