DENPASAR, kanalbali.id – Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menandatangani kesepakatan bersama untuk penguatan kerja sama di tiga sektor pemerintahan.
Penandatanganan kesepakatan bersama dan berjanjian kerja sama berlangsung di Ruang Pertemuan Kertha Sabha, Jayasabha Denpasar, Senin (4/8/2025).
Ketiga sektor itu adalah Tata Kelola Pemenuhan Dokumen Monitoring, Controlling, Surveillance For Prevention (MCP), Penyelenggaraan Pemerintahan Digital serta Pembangunan Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
” Saya akan meminta pimpinan OPD Malut, agar belajar dari yang terbaik, bertumbuh bersama untuk meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sherly Tjoanda Laos usai acara itu.
Malut berminat menguatkan kerja sama dalam Tata Kelola Pemenuhan Dokumen MCP karena pada tahun 2024 Bali menempati peringkat pertama dengan nilai hampir sempurna yaitu 99. Sedangkan Maluku Utara di tahun 2024 masih tertahan di nilai 71.
“Sebenarnya ada peningkatan cukup signifikan dibanding nilai yang kami peroleh pada tahun 2023 yaitu 30,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan Pemprov Bali, Sherly optimis mampu mengejar ketertinggalan dan di tahun 2025 ia menargetkan nilai MCP sebesar 82.
“Semoga kami bisa masuk lima besar di tingkat nasional dalam capaian MCP,” tandasnya.
Lebih jauh ia menerangkan, capaian MCP adalah hal yang strategis karena berkaitan dengan upaya penguatan tata kelola delapan area strategis berdasarkan indikator KPK. Delapan area strategis itu meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, layanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN serta optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset daerah, tata kelola dana desa serta pengadaan barang dan jasa.
Sektor kedua yang dikerjasamakan adalah penyelenggaraan pemerintahan digital.
“Terkait dengan digitalisasi, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi Bali keluar sebagai Juara I wilayah regional Jawa Bali. Kami berharap kolaborasi ini mendukung percepatan digitalisasi di Maluku utara menuju layanan yang lebih terbuka, efisien dan terpercaya,” urainya.
Selanjutnya dalam kerja sama pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, Maluku Utara ingin banyak belajar dari Bali yang selama ini dikenal sebagai destinasi utama di Indonesia.
“Bali ini adalah wajah dari pariwisata Indonesia. Kita semua sudah mengetahui keberhasilan Bali dalam membangun ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang hidup dan inklusif. Ini menjadi inspirasi bagi Malut sebagai provinsi kepulauan yang menyimpan begitu banyak potensi alam, budaya dan SDM,” urainya.
Sherly berharap penandatanganan kesepakatan bersama ini tak berhenti hanya pada acara seremonial. “Ini harus ditindaklanjuti dengan komitmen untuk saling belajar. Pesan saya untuk pimpinan OPD Malut, mari kita belajar dari yang terbaik, bertumbuh bersama untuk meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Sementara Gubernur Koster dalam sambutannya menyebut acara ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat semangat kolaborasi antar daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efisien, pemetaraan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ini adalah bentuk konkret sinergi horizontal antar pemerintah daerah untuk saling mengisi, saling belajar, dan saling memperkuat kapasitas,” ujarnya. (kanalbali/RLS)


