Terletak di Tabanan Bali, NUANU Jadi Model Kota Kreatif Berkelanjutan

TABANAN, kanalbali.id –  Nuanu, sebuah ekosistem kreatif dan pusat budaya seluas 44 hektar di Tabanan, Bali hadir sebagai terobosan baru menuju kota kreatif yang berkelanjutan.

Upaya inovatif ini berfokus pada pembinaan komunitas kreatif dan inkubasi sambil mendorong kolaborasi dinamis antar komunitas, pelaku seni, budaya, bisnis kreatif, dan kewirausahaan sosial.

“Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan ilustrator lokal Bali yang sangat berbakat, Monez, untuk menghadirkan identitas Suara Festival yang unik. NUANU juga bertekad untuk mendorong ide-ide baru dan berbagai bentuk eksperimen di bidang kreatif,”  ujar Rafael Jimenez, Head of Brand-Movement Communications NUANU.

BACA JUGA: Karya Agung Danu Kerthi, Tirta dari 5 Gunung di Jawa dan Lombok Tiba di Pura Ulun Danu Batur

Program ini dirancang untuk menjadi fleksibel sehingga mampu mendorong dan memunculkan karya-karya inovatif yang berkontribusi pada berkembangnya ekonomi kreatif.

“Meskipun saat ini kami masih berada dalam tahap awal, upaya kami untuk memberikan kontribusi bagi komunitas kreatif sudah mulai terlihat bentuknya. Program dan inisiatif yang telah kami hadirkan sejauh ini mungkin masih dalam skala kecil, tetapi hal itu menandai lahirnya gerakan yang lebih besar di dalam NUANU,” ujar Sergey Solonin, pendiri NUANU.

NUANU juga meyakini bahwa kolaborasi adalah salah satu cara untuk mendorong inovasi di sektor kreatif, seperti yang terbukti melalui kemitraan dengan seniman visioner seperti Daniel Popper dan Alexander Milov.

Kolaborasi-kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan menawarkan perspektif baru tentang pentingnya karya seni dan keerja kreatif yang memiliki tujuan kemasyarakatan dan nilai-nilai keberlanjutan. Kolaborasi ini berbentuk pertunjukan dengan projection mapping yang memberikan energi kehidupan terhadap patung-patung karya Daniel Popper.

Kolaborasi menarik ini diharapkan akan membawa para penikmat seni dalam sebuah perjalanan transformatif, mengubah konsep individualisme dan menyoroti keterhubungan manusia sebagai ungkapan kesadaran universal. Kolaborasi ini memperkenalkan cara baru dalam menikmati seni, di mana alam dan teknologi berpadu dalam harmoni yang sempurna.

Menanggapi hadirnya NUANU, Rizky Handayani Wakil Menteri Bidang Industri dan Investasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyatakan bahwa Kementerian Pariwisata dan Sektor Kreatif Republik Indonesia mendukung upaya-upaya yang tidak hanya berkontribusi signifikan pada pengembangan sektor kreatif secara berkelanjutan tetapi juga membawa dampak ekonomi yang positif ke daerah tersebut. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?

67 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.