Investasi Online di Masa Pandemi Covid-19, Menguntungkan atau Tidak?

pixabay by PhotoMIX-Company

PANDEMI Covid-19 membuka mata tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, untuk terhindar jeratan utang. Salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang populer adalah investasi online.
Lalu, apakah investasi online di masa pandemi menguntungkan dan disarankan oleh pakar? Menurut Yazid Anwar, founder Meraki Agency, investasi online masih disarankan bagi Anda yang ingin kondisi keuangan di masa depan terjamin.

“Salah satu manfaat utama investasi adalah mempersiapkan kebutuhan masa depan. Jadinya Anda bisa merdeka secara finansial nanti, sekaligus membuat pensiun datang lebih cepat dan lebih terjamin,” tutur Yazid dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kepulauan Sula, Maluku Utara, Selasa 23 November 2021.

Yazid mengatakan investasi online khususnya memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan menabung pada umumnya. Pertama, investasi online tidak membutuhkan waktu lama untuk dimulai. Tanpa perlu membuat rekening dan datang ke bank, Anda sudah bisa berinvestasi hanya lewat aplikasi smartphone.

Kedua, investasi online tidak memiliki modal yang besar seperti jenis tabungan deposito. Hanya dengan modal Rp 20.000, Anda sudah bisa berinvestasi online yang jika dilakukan secara teratur, bisa menghasilkan keuntungan di masa depan.

Hati-hati, Ini Modus Penipuan yang Kerap Terjadi Lewat Fitur Pay Later

Terakhir, investasi online merupakan tabungan jangka panjang yang dapat disimpan tanpa perlu khawatir selama bertahun-tahun.”Sekarang platform investasi online sudah banyak, ada Bibit, Stockbit, dan lain-lain. Anda bahkan bisa membeli saham hingga emas lewat investasi online,” tuturnya lagi.

Tentu saja dibalik potensi keuntungan, ada kekurangan yang perlu diketahui oleh calon investor seperti Anda. Yakni tidak adanya fisik benda yang bisa dipegang atau dilihat dari investasi online. Jika Anda berinvestasi di reksadana atau saham misalnya, Anda hanya bisa melihat nilai keuntungan lewat aplikasi. Pun begitu dengan investasi emas online.

“Kalau emas sih bisa saja dicetak tapi akan ada biaya cetak yang tidak murah,” terang Yazid.
Untuk itu, ia menyarankan calon investor untuk terus belajar tentang investasi online yang ingin dilakukan. Salah satunya adalah mempelajari profil risiko yang tepat.

“Apakah Anda mau investasi dengan keuntungan kecil tapi pergerakan nilainya stabil seperti reksadana atau keuntungan besar tapi risiko kerugian juga besar seperti saham? Itu harus diketahui dulu sebelum memulai investasi,” tutupnya.

Selain Yazid, webinar ini juga menghadirkan Forita Deva (pemilik Deva Wedding dan Event), Alya Lee (travel blogger), dan Nata Gein (key opinion leader). Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.