BADUNG, kanalbali.id– Kepolisian Polda Bali, memberangkatkan 110 personel satuan Brimob Polda Bali untuk tugas bawah kendali operasi (BKO) atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya memimpin langsung upacara pelepasan keberangkatan di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (24/8) siang, menggunakan sarana angkutan udara menuju Pontianak, Kalbar.
Irjen Pol. Daniel mengatakan, kegiatan apel ini merupakan sarana konsolidasi personel sebelum melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda Kalbar terhitung mulai tanggal 24 Agustus 2026 sampai dengan selesai.
Memanfaatkan Ruang Digital untuk Berekspresi
“Saat ini kita memberangkatkan sebanyak satu kompi pasukan Brimob Polda Bali yang terdiri dari 110 personel. Selanjutnya akan bergabung dengan personel dari Korbrimob Polri menuju Kalimantan Barat,” kata dia.
Ia menyampaikan, memasuki puncak musim kemarau di Bulan Agustus-September 2026, berbagai wilayah di Indonesia mulai dilanda kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Terlepas dari apapun penyebab karhutla tersebut, peristiwa ini sangat merugikan dan menjadi perhatian nasional bahkan dunia.
“Kita ketahui bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran semata. Dampaknya dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak lingkungan, dan mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi. Bahkan, menimbulkan persoalan kesehatan serta kualitas udara yang berdampak luas bagi masyarakat Indonesia maupun negara tetangga,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, penanganan karhutla memerlukan kesiapan, sinergi, dan kolaborasi seluruh pihak. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh personel BKO. Pertama, awali setiap langkah dengan doa serta laksanakan tugas dengan disiplin, profesional dan penuh tanggung jawab.
Kemudian kedua, pahami karakteristik wilayah, situasi lapangan, serta cermati setiap arahan dan kebijakan pimpinan di Polda Kalimantan Barat. Para komandan kompi (Danki) dan komandan peleton (Danton) agar selalu melaksanakan pengawasan melekat terhadap anggota.
Selanjut ketiga, bangun koordinasi dan sinergi yang baik dengan personel Polda Kalbar, TNI, BPBD, pemerintah daerah, Manggala Agni, serta seluruh unsur yang terkait. Kemudian, keempat jaga kesehatan dan gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan standar.
“Utamakan keselamatan personel sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan. Dan yang kelima, jaga nama baik Polda Bali. Tunjukkan bahwa personel Satbrimob Polda Bali adalah personel yang disiplin, solid, humanis, responsif, dan dapat diandalkan. Jaga sikap, perilaku, etika, serta kekompakan selama melaksanakan tugas,” ujarnya.
Irjen Pol. Daniel mengatakan, para personel akan di tempatkan di sana sampai adanya status pencabutan darurat karhutla di Kalbar.
“Hari ini berangkat, kemudian sampai kapan nanti tentu tergantung situasi. Semoga cepat selesai sehingga semua tempat dapat dikembalikan. Penempatannya nanti bergabung di Polda Kalbar dulu,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meninjau salah satu titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Prabowo didampingi sejumlah menteri turun langsung ke titik karhutla.
Adapun titik peninjauan berada di Jalan A Yani III, Desa Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. (kanalbali/RLS)


