Diknas Denpasar Masih Kaji Kemungkinan Buka Sekolah Lagi

Kadispora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan - IST

DENPASAR – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan sinyal hijau untuk proses belajar mengajar secara tatap muka kembali digelar mulai Januari 2021.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengatakan akan segera mengkaji rencana berbagai aspek. “Ada sejumlah syarat yang harus dipertimbangkan sebelum membuka sekolah untuk kegiatan belajar tatap muka,” katanya Senin (23/11/11).

Kini, pihaknya mengkaji kesiapan satuan pendidikan untuk memulai belajar tatap muka yang dibuktikan dengan telah terpenuhinya standar protokol kesehatan yang tertuang dalam daftar periksa yang sudah ditentukan oleh pihak Kementerian.

“Kita lihat situasi COVID-19 di Bali terlebih dahulu, ini menjadi perhatian serius, untuk memastikan penegakan protokol kesehatan di lingkungan sekolah baik, dari level pribadi seperti mencuci tangan menjaga jarak dan memakai masker harus ada kesadaran,” katanya.

Kata Gunawan, ada tiga pihak yang menentukan. Pertama adalah pemda, atau kanwil atau kantor Kemenag. Kedua kepala sekolah dan ketiga perwakilan orang tua melalui komite sekolah. Dia mengungkapkan, bagi siswa yang tidak diperbolehkan orang tuanya masuk sekolah, tak akan dilarang. “Hal itu merupakan hak pribadi yang perlu dihormati,” tandasnya.

Sejalan dengan itu, Pihak Dinas Pendidikan Klungkung pun masih menunggu status penyebaran COVID-19 di Klungkung melandai. “Sekitar 40 persen orang tua siswa di Klungkung belum menghendaki pembelajaran tatap muka,” ungkap Kadisdik Klungkung I Dewa Gede Dharmawan, Senin (23/11/2020).

Menurutnya orang tua siswa masih khawatir dengan kesehatan anaknya jika diterapkan sekolah tatap muka. ” Kalau kami di Klungkung intinya keselamatan peserta didik, pendidik dan masyarakat. Kami masih tunggu bagaimana perkembangan status COVID-19 di Klungkung, bagi kota sekarang penerapan protokol kesehatan harus ditegakan dengan baik,” katanya

“Sementara warga yang menghendaki sekolah tatap muka, biasanya karena mereka ada kendala terkait pembelajaran daring,” ungkapnya. Meskipun demikian, pihaknya menyatakan jika setiap sekolah di Klungkung sudah siap protokol kesehatan jika nantinya ditetapkan sekolah tatap muka. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.