Photo Story: Ketika Melukat Pun Harus Menjaga Jarak

Ritual melukat di Pura Tirta Empul pada 5 Juli 2020 harus dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19 - Johanes P Cristo

Ritual melukat atau penyucian diri lekat menjadi bagian dari tradisi Umat Hindu di Bali. Terutama saat Hari Banyu Pinaruh seperti pada 5 Juli 2020, sehari setelah perayaan Sarawasti. Dalam kondisi pandemi COVID-19, ritual ini harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Di mata air Pura Tirta Empul, Kabupaten Gianyar, Bali petugas kepolisian langsung diterjunkan untuk membantu petugas keamanan adat (pecalang) dalam mengatur jarak fisik dan membatasi jumlah umat yang masuk dalam kolam penyucian.

CEK SUHU – Petugas kepolisian melakukan pengecekan suhu. Mereka yang suhunya di atas 37 derajat celcius dipersilahkan menunggu dilaur.(Johannes P. Christo)

JAGA JARAK – sebelum memasuki kolam pacuran mata air untuk melakukan ritual melukat , pamedek wajib antri di luar areal kolam untuk menghindari kerumunan (Johannes P. Christo)

ANTRI – Petugas kepolisian dan pengamanan desa adat (pecalang) mengawasi beberapa Umat Hindu yang mengantre sebelum memasuki kolam pacuran mata air. Petugas hanya memperbolehkan sebanyak 30 orang saja secara bergantian dalam areal kolam agar tidak terjadi kerumunan. (Johannes P. Christo)

LARANGAN SAAT MELUKAT – Saat di dalam kolam pancuran umat dilarang untuk berlama-lama, meludah dan buang air kecil karena dapat berpontensi menularkan penyakit. (Johannes P. Christo)

PERINGATAN – Petugas kepolisian mengawasi sekaligus memberi himbauan dan perigatan agar pamedek yang melakukan ritual melukat atau bersuci mematuhi protokol kesehatan. (Johannes P. Christo)


BATASAN WAKTU – Petugas memberikan waktu maksimal 10 menit dalam satu putaran ritual melukat agar tidak terjadi penumpukan antrean di dalam dan di luar kolam. (Johannes P. Christo)


KETAT – Seorang petugas kepolisian membantu pemadek menaiki tangga usai melakukan ritual melukat atau bersuci. Sebanyak 200 petugas dari kepolisian, pecalang, satgas Covid-19 dan TNI diterjunkan secara bergantian untuk terus mengawasi penerapan protokol kesehatan selama ritual berlangsung dari mulai pintu masuk hingga keluar. (Johannes P. Christo)