Catat! 6 Modus Penipuan yang Bisa Menyerang Anda dan Cara Mencegahnya

pixabay by Danny144

KEJAHATAN siber dalam bentuk penipuan semakin marak diberitakan. Hal ini dikarenakan pesatnya kemajuan teknologi informasi tidak diimbangi dengan literasi digital yang baik.
Karena itu, penting bagi masyarakat umum untuk mengetahui apa saja bentuk penipuan yang bisa menyerang dan cara mencegahnya.

Sofia Sari Dewi, desainer dan penggiat media sosial, mengatakan ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa menjadi korban penipuan online.

“Selain belum terliterasi digital dengan baik, kita juga terlalu mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Bisa juga terjadi karena kurang update tentang pemberitaan kejahatan siber yang sering terjadi akhir-akhir ini,” tutur Sofia, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Mappi, Papua, Selasa (20/10/2021).

Untuk itu, ia membagikan 6 jenis modus penipuan online yang paling sering terjadi. Apa saja?

1. Modus penipuan berkedok foto selfie dengan identitas diri.
Foto selfie dengan identitas diri menjadi bukti identitas yang perlu diberikan untuk beberapa transaksi keuangan.

“Tapi kika Anda tidak pernah merasa membuka akun keuangan, baik itu bank, pinjaman online, dan lainnya, jangan sekali-kali memberikan foto KTP dengan selfie,” tuturnya.

2. Modus penipuan Whatsapp
Pesan whatsapp berisikan pengumuman pemenang undian yang menggunakan link mencurigakan, sebaiknya tidak diklik. Segera blok nomor tersebut untuk menghindari risiko penipuan.

“Intinya kalau Anda tidak mengikuti perlombaan atau undian apapun, jangan tergiur ya. Jangan juga sembarangan klik link untuk menghindari penipuan,” paparnya.

Mau Jadi Smart Netizen atau Dibodoh-bodohi, Kita Yang Pilih

3. Modus penipuan ganti nomor ponsel atau SIM swap
Hindari mengganti nomor ponsel ataupun kartu SIM di gerai tidak resmi dan bukan milik provider selular Anda.

“Kenapa ada modus penipuan SIM card, karena kode OTP transaksi perbankan Anda akan dikirimkan ke SMS yang terdaftar. Ini nanti yang dimanfaatkan pelaku untuk menipu Anda,” tuturnya.

4. Modus penipuan via SMS dan telepon
Penipuan dengan modus ini biasanya berisi pesan adanya bantuan sosial dari pemerintah. Ingat, bantuan sosial yang diberikan seharusnya disalurkan melalui pemerintah daerah.

“Tanya kepada RT, RW, Kelurahan atau Kecamatan terkait bantuan dari pemerintah. Karena pengumuman pun biasanya disampaikan via media, bukan lewat SMS atau telepon pribadi,” paparnya.

5. Modus Penipuan via email
Email yang berisikan ajakan berbagi keuntungan apapun dengan pengirim tidak jelas sebaiknya jangan ditanggapi.

“Mau itu ajakan bisnis, ajakan menitipkan uang, investasi dan lain-lain kalau pengirimnya tidak Anda kenal, jangan ditanggapi karena itu merupakan modus penipuan,” terangnya.

6. Modus penipuan via bank
Telepon yang mengaku datang dari pihak bank dan meminta pembaruan data bisa jadi penipuan.

“Jika Anda mengalaminya, minta bank untuk menyebutkan informasi yang dimiliki dan Anda tinggal konfirmasi benar atau salah. Jangan menyebutkan nomor atm, pin, kode OTP ataupun NIK karena pihak bank tidak pernah meminta nomor-nomor tersebut melalui telepon,” terangnya.

Hadir juga dalam webinar kali ini Juliana Anakotta Sarioa (Kepala Sekolah), Shella Nadia (owner dan CEO Artifashion), dan Putri Langi (key opinion leader).

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.