DENPASAR, kanalbali.id – Nama lengkapnya Anak Agung Ngurah Lanang Agung Ananda tapi akrab disapa Lan Ananda. Kini dia dikenal sebagai Grand Master hipnoterapi dan mendirikan lembaga konsultasi Sense Hypno.
Ia telah memainkan peran penting dalam mempopulerkan hipnoterapi sebagai metode penyembuhan alternatif yang berbasis ilmiah dan budaya di Bali.
Ilmu hipnoterapi didalaminya sejak tahun 2010 setelah dikenalkan oleh sahabatnya, Avifi Arka, yang merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Komunitas Hipnotis dan Hipnoterapis Indonesia (PKHI).
Jenazah Pasutri Pekerja Migran Korban Lakalantas di Sabah Segera Dipulangkan ke Adonara NTT
Namun kemampunya tumbuh secara cepat karena Latar belakang keluarga yang memiliki tradisi ilmu kanuragan dan spiritual Bali, sehingga terbiasa dengan konsep-konsep energi, sugesti, dan pengendalian diri.
Toh demikian, ia kemudian belajar hipnoterapi secara formal dan ilmiah, bukan berdasarkan mitos atau okultisme. Ia pun belajar Belajar langsung dari komunitas profesional dalam organisasi PKHI, mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang diakui, termasuk yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selain itu, Lan Ananda juga mempelajari neurosains dasar, struktur kerja pikiran bawah sadar, dan gelombang otak (seperti Theta dan Alpha), yang menjadi dasar praktik hipnoterapi modern.

Berawal dari Hypnosport
Kiprahnya ya bermula ketika memulai penerapan hipnoterapi pada tahun 2011 melalui konsep hypnosport, yang menggabungkan teknik hipnosis untuk meningkatkan performa atlet di cabang olahraga Tae Kwon Do.
“Terbukti efektif dalam membantu atlet mengatasi tekanan mental serta meningkatkan konsentrasi dan motivasi saat Metode ini telah digunakan oleh atlet-atlet Bali dalam berbagai kejuaraan nasional, termasuk PON dan Porprov,” katanya.
Kemudian Sebagai Ketua DPW PKHI Bali, Lan Ananda aktif dalam menerapkan hipnoterapi untuk menangani gangguan seperti kecemasan, insomnia, dan gangguan yang dikenal dalam tradisi Bali seperti bebai dan amah liak.
Ia menjelaskan bahwa hipnosis bekerja pada gelombang otak Theta, yang memungkinkan penyembuhan dari dalam diri tanpa menggunakan mantra atau sesajen.
Yang membedakan dirinya dengan mater lainnya karena Lan Ananda menggabungkan hipnosis modern dengan praktik tradisional Bali seperti pengulapan dan ngoton.
Lan menekankan bahwa teknik-teknik ini sebenarnya merupakan bentuk hipnosis tradisional yang telah lama digunakan untuk memperkuat pikiran bawah sadar dan menyembuhkan diri.
Di bawah kepemimpinannya, PKHI Bali fokus pada peningkatan kompetensi anggota melalui pelatihan dan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Langkah ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa hipnosis adalah metode ilmiah yang sah dan bukan sekadar hiburan atau praktik mistis. ( kanalbali/ RFH )


