Jos Darmawan: Menolak Diam Agar Tak Makin Terpuruk

JOS Darmawan (tengah) di sela-sela konser Bali Revival - WIB

“Jangan hanya diam. Hanya kita yang bisa menolong diri kita sendiri, ini saatnya melakukan sesuatu”. Begitu ungkap Jos Darmawan saat ditanya mengapa ia menginisiasi gelaran konser kebangkitan, Bali Revival 2020 di kawasan parkir Monkey Forest, Ubud,  15-17 Agustus lalu.

Pria itu begitu besar menaruh harapan akan kebangkitan Bali dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19. Virus corona memang telah meluluhlantakkan segalanya, tak terkecuali bagi CEO Focus Production itu.  Ia adalah orang lama dalam dunia industri event tanah air.  Sejak era 90-an, ia sudah banyak terlibat di gelaran-gelaran besar di berbagai daerah, khusunya di Bali dan Jakarta. Namun gempuran virus corona membuatnya tak berdaya.

“Kita selama enam bulan terpuruk bahkan tidak ada job sama sekali, terakhir kita menyewakan alat awal Maret lalu,”ungkap Pria yang juga penasehat dari Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Pengda Bali itu.

Focus Production, ungkap Jos selama enam bulan terakhir begitu terkapar. Ia mesti berpikir, bagaimana membangkitkan kembali event ditengah situasi itu. “Kita tahu, baru tahun depan Bali mungkin dibuka untuk turis internasional. Artinya kita harus memberdayakan turis nusantara supaya datang ke Bali dan menghidupkan perekonomian,”terangnya. Terlebih lagi, Bali menduduki peringkat pertama kondisi ekonomi terlemah se-Indonesia, dengan barometer minus 11.

Konser Bali Revival 2020 merupakan ide mutakhirnya untuk mematik pergerakan dunia event yang bersinergi dengan tatanan kehidupan normal baru. “Yang utama adalah protokol kesehatan. Kita coba memperbaiki semangatnya, kita ingin melakukan kegiatan dengan cara baru, sehingga para seniman di Bali dan pekerja event bisa merasakan pergerakan ekonomi,”ujarnya.

BACA JUGA : Bali Revival: Dari Ubud Gelorakan Kebangkitan Dunia Hiburan

Pria kelahiran Lampung, 62 tahun yang lalu itu begitu bersemangat.  Terlebih, menurut penuturanya, banyak kawan yang mendukungnya tanpa memikirkan biaya. Dukungan itu berwujud areal konser, panggung, toilet, grafis animasi, spanduk, genset, akomodasi hingga pertunjukan kembang api. “Saat ini kita tak mengarah ke untung atau rugi. Dibandingkan pendapatan dari tiket yang sehari hanya 70 tiket, pengeluaran biaya produksi jauh lebih besar, makanya dukungan dari temen-temen ini sangat berarti,”ungkapnya.

Tak bisa ditampik, berbagai komentar  turut merespon hingar bingar gelaran itu. Ada juga ungkapan miring setelah melihat konser drive-in. Misalnya, event itu dianggap gelaran ekslusif bagi orang kaya dan hanya bagi yang memiliki mobil. “Tentu kedepan, kita juga harus memikirkan itu. Tetapi untuk sekarang adalah bagaimana semangat untuk pulih itu kembali berkobar,”tandasnya.

“Sederhananya kita menggunakan mobil sebagai alat pelindung diri. Sebagai pembatas bersentuhan dengan orang dari tempat lain. Harus dipastikan orang yang satu mobil itu aman. Kedepannya harapannya mulai menyadari akan tanggung jawab diri dan orang lain dalam menyaksikan hiburan, ” terangnya.

Salah satu penampil saat Bali Revival, Robi Nacula juga mengutarakan kegelisahanya selama pandemi.”Saya sendiri lebih respon ke acaranya yang jauh lebih tinggi ekpektasi saya,”ungkapnya senang. “Konser ini adalah usaha  kompromi antara interaksi dan tanggung jawab protokol kesehatan. Sejauh ini terbaik di Indonesia yang pertama kali dibuat sejak pandemi,”ucapnya

Frontman band beraliran Grunge itu juga mengungkapkan kejenuhanya selama enam bulan terakhir menggelar konser online. “Ini pertama kalinya saya konser offline. Lebih serunya lagi, ini dibuat dalam situasi yang terbatas,”imbunya.

Bisa dikatakan, Bali mengawali inisiatif di Indonesia terhadap geliat dunia hiburan tanpa melupakan protokol kesehatan. “Walau melanggar-melanggar sedikit itu tidak masalah, yang namanya konser interaksi tak bisa dihindari, tapi tentunya tanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain jangan dilupakan,” tandasnya.”Opini saya, kalo ini bisa sukses kenapa tidak bisa buat lagi? selorohnya. ( kanalbali/WIB )